Mengupas Indonesia di Saung Pancasila

Selasa, 01 Januari 2019 13:37 Ahmad Mukhlis Daerah

Mengupas Indonesia di Saung Pancasila


Koropak.co.id - Dalam rangka refleksi akhir tahun, Saung Pancasila Gunung Cupu Ciamis menggelar diskusi publik bertema "Menggagas Perubahan Konstitusional Indonesia", Senin (31/12/2018) malam. Tampil sebagai pembicara, Dosen Universitas Timbul Nusantara Jakarta, Prof Dr M Yudhi Haryono dan Budayawan Sunda, Ramana Pamuka Alam.

Diskusi yang diikuti peserta dari berbagai daerah se-Pulau Jawa tersebut, dikupas upaya perubahan dari gagasan besar memerlukan energi sosial yang besar. Tapi yang besar ini bisa dimulai dari kekuatan kecil, yakni memulai perubahan dari lingkup orang terdekat.

"Perubahan yang konstitusional bisa kita mulai dari Saung Pancasila. Caranya dengan membangkitkan semangat gotong royong membangun koperasi," ujar Yudhi.

Selama ini, kata Yudhi, ekonomi Indonesia jauh dari konstitusi Pancasila. Kekayaan Indonesia dikuasai segelintir orang kapitalis neoliberal dengan oligarkhi perusahaan yang jumlahnya ratusan. Sementara koperasi di mana-mana mati suri. Ini yang menciptakan ketimpangan ekonomi.

"Mari kita awali perubahan dari kekuatan ekonomi kerakyatan dengan basis koperasi. Ini yang sesuai dengan ekonomi konstitusi kita. Kekuatan konglomerat akan takut melawan koperasi," ujar Yudhi.

 

Koropak.co.id - Mengupas Indonesia di Saung Pancasila 2

 


Sementara itu, Budayawan Ramana Pamuka Alam menambahkan, Pancasila adalah sumber inspirasi yang menghidupkan nurani yang terjajah oleh sistem anti nurani. Kekuasaan yang tidak bernurani ini harus diperangi dengan pemikiran dan budaya.

"Menggagas perubahan besar ini diharapkan akan memantik gempa vulkanik di tengah disrupsi sosial politik. Namun pemikiran kita saat ini tampaknya belum bisa menjadi tsunami bagi Indonesia. Rezim oligarkhi terlalu gagah untuk ditumbangkan," ujar Rama.

Menurut Ramana, masyarakat harus bersatu untuk melakukan perubahan besar yang konstitusional. "Kita akan kembali berjuang mengembalikan bangsa ini agar setia dengan konstitusi," ujar Ramana.*

 

Baca : Kilas Balik Bencana Alam Sepanjang 2018

 


Berita Terkait