Gempa Bumi Kembali Mengguncang

Selasa, 08 Januari 2019 17:21 Ahmad Mukhlis Daerah

Gempa Bumi Kembali Mengguncang


Koropak.co.id - Gempa berkekuatan Magnitudo 4.4 Skla Richter kembali mengguncang, Selasa (8/1/2019). Pusat gempa ada di laut 289 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, di kedalaman 10 km. Guncangan dirasakan di Ciamis, Sukabumi dan Tasikmalaya.

Berdasarkan informasi yang diterima Koropak dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitternya, gempa bumi yang terjadi pukul 18.05 WIB tersebut, tidak menimbulkan dampak tsunami dan kerugian material. Namun gempa cukup membuat masyarakat panik. Terlebih, daerah Pangandaran sejak ada kabar gempa, arus wisatawan langsung anjlok. Pangandaran jadi sepi padahal akhir dan awal tahun adalah masa panen bagi pelaku ekonomi wisata.

"Sebagai bupati saya sudah berulang kali meyakinkan masyarakat bahwa Pangandaran aman. Gempa yang tidak berpotensi tsunami tetap aman bagi wisatawan," ujar Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata saat dikonfirmasi Koropak, Selasa (8/1/2019).

Menurut Jeje, peringatan dari BMKG di satu sisi adalah upaya edukasi agar masyarakat waspada. Tapi di sisi lain justru mengurangi angka kunjungan wisatawan.

"Karena itu, Pemkab Pangandaran selalu memberikan kabar terkini agar masyarakat nyaman dan aman ke Pangandaran. Selama tidak berpotensi tsunami, kami jamin semua destinasi wisata di Pangandaran aman dikunjungi," ujar Jeje.

 

Koropak.co.id - Gempa Bumi Kembali Mengguncang 2

 

Baca : Gempa 4.8 Skala Richter Guncang Tasikmalaya

Berdasarkan pantauan Koropak, dari Pantai Timur hingga Pantai Barat terlihat lengang dan sepi pengunjung. Hotel dan penginapan juga sepi sunyi, kalau pun ada hanya wisatawan lokal yang sudah nyaman dengan Pangandaran.

Plt. Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran, Uking Iskandar menambahkan, akibat kabar gempa, wisatawan Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam juga menyusut drastis.

"Hari-hari biasa saja tidak ramai, sekarang makin sepi sejak ada isu gempa. Cagar Alam tak dilirik wisatawan sejak ada gempa. Ditambah lagi ada rekayasa jalan yang tidak mendukung wisatawan berkunjung ke Cagar Alam. Jalan menuju Cagar Alam dikasih tanda Forbiden alias terlarang dilewati. Maka nasib Cagar Alam makin merana saja," ujar Uking.*

 

Baca : Kilas Balik Bencana Alam Sepanjang 2018

 


Berita Terkait