Banyak Warga Keluhkan One Way System

Sabtu, 26 Januari 2019 19:09 Clara Aditia Daerah

Banyak Warga Keluhkan One Way System


Koropak.co.id - Masyarakat Ciamis merasa keberatan dengan diberlakukannya way system atau ruas jalan satu jalur di sepanjang Jalan Rumah Sakit - Jalan Kapten Murod Idrus Ciamis, mengingat efektivitas pemberlakuan aturan tersebut dinilai nihil, dan yang ada malah menyengsarakan masyarakat.

Bukan tanpa alasan, warga setempat mengaku kesulitan melewati akses menuju Jalan Rumah Sakit dari arah Jalan Handap Herang, karena terbiasa lurus melalui Jalan Kapten Murod Idrus, sedangkan sekarang harus berputar jalan ke Jalan Mr Iwa Kusuma Sumantri. Lebih mirisnya lagi, apabila ada warga dari arah Handap Herang tengah membawa pasien dalam keadaan darurat menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis.

Mobil terpaksa harus memutar arah sehingga memakan waktu lebih lama. Masyarakat sendiri belum mengetahui alasan diberlakukannya one way system tersebut, sebab tidak ada sosialisasi sama sekali dari pemangku kebijakan, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis.

Dijumpai Koropak di kediamannya, Sabtu (26/1/2019) Ketua RW 22 Lingkungan Desa Kolot Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Sukiman menuturkan jika memang alasannya crowded akibat tidak tertampungnya parkir di RSUD sampai harus memakan bahu jalan, serta parkir di depan Gardu Induk PLN Ciamis hingga Koramil, mengapa tidak titik crowded nya yang ditata saja, tanpa harus membuat aturan one way system.

 

Koropak.co.id - Banyak Warga Keluhkan One Way System (2)

 

"Kenapa tidak parkirnya saja yang ditata. Jelas, kami tidak setuju dengan aturan one way system ini, dan meminta dikembalikan ke awal. Karena sudah jelas jalur Kapten Murod Idrus terbilang sepi, sehingga lancar dilalui kendaraan. Jika pun mau, ada pengaturan waktu, menyesuaikan jam crowded warga berangkat bekerja, anak sekolah, maupun pedagang yang hendak ke pasar," katanya.

Ditambahkan Sukiman, jikapun aturan tersebut tetap mesti diberlakukan, cobalah untuk lakukan uji coba dengan masa uji coba yang lebih lama. Jadikan momentum uji coba tersebut sebagai pembudayaan penegakkan aturan bagi pengguna jalan yang melanggar aturan tersebut. Sekaligus mengedukasi dan sosialisasi masyarakat akan aturan tersebut.

"Ini kan nggak ada sosialisasi. Warga tahu-tahunya ada aturan one way system, tanda forbidden pun tiba-tiba terpasang. Sedangkan rambu-rambu jalan belum begitu mendukung. Seperti halnya rambu di kawasan Pejagalan yang tidak nyala. Padahal di sana terbilang titik crowded," katanya.

Di samping itu, kata Sukiman, dampak buruknya pemberlakuan one way system tersebut turut berpengaruh pada penurunan omset pedagang di sekitar Jalan Kapten Murod Idrus, Bagaimanakah langkah pemerintah mengatasinya?.*

 

Baca : Kebijakan One Way System Dihujani Kritikan Masyarakat


Berita Terkait