SMC Rumah Sakit Yang Butuh Kesegaran

Selasa, 29 Januari 2019 21:15 D. Farhan Kamil Daerah

SMC Rumah Sakit Yang Butuh Kesegaran


Koropak.co.id - Meskipun tidak sampai menimbulkan resiko fatal hingga mengurangi standar pelayanan minimal medis dan diagnosis terhadap para pasien, tetapi besarnya tunggakan BPJS terhadap Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (RS SMC) Kabupaten Tasikmalaya hingga mencapai Rp 12 milyar (data per Desember 2018), sedikit banyak telah menguras energi pihak manajemen untuk melakukan sejumlah loncatan dan terobosan strategis menyiasati persoalan dengan sasaran aktifitas rumah sakit tetap terjaga tanpa harus men-down-grade pelayanannya.

Terobosan-terobosan strategis itu di antaranya adalah dengan melakukan pinjaman kepada pihak lembaga keuangan atau perbankan dengan segala resikonya, untuk menutupi kebutuhan operasional rumah sakit antara lain belanja pegawai, belanja sebagian obat obatan dan alat alat kesehatan (alkes) termasuk untuk makan dan minum (mamin) pasien dengan rata rata angka yang harus dikeluarkan untuk mamin saja tiap bulannya, mencapai Rp 100 juta sampai 120 juta dengan asumsi ketersediaan 216 bed.

Di samping itu, pihak rumah sakit pun secara berkesinambungan melakukan negoisasi dengan vendor atau supplier obat dan alkes, sehingga ada jangka waktu panjang bagi rumah sakit hingga 4 sampai 5 bulan untuk menyelesaikan seluruh utang bekas obat obatan yang digunakan dan alat kesehatan serta barang habis pakai yang hingga saat ini angka yang tercatat sekitar Rp 6,8 milyar.

Dimana sebelumnya, rumah sakit diberi batas waktu oleh pihak vendor, hanya selama 90 hari untuk menyelesaikan seluruh tagihan.

 

 Koropak.co.id - SMC Rumah Sakit Yang Butuh Kesegaran (2)

 

 

Baca : RS SMC Terancam Lumpuh?

Direktur RS SMC, dr Heru Suharto menyebutkan, persoalan BPJS bersifat menyeluruh yang dirasakan oleh hampir seluruh rumah sakit yang selama ini melayani pasien peserta JKN. Dalam hal ini pihaknya telah menyampaikan seluruh permasalahan yang dihadapi atas besarnya tunggakan tersebut kepada pihak BPJS.

"Terhitung sejak Oktober hingga Desember 2018 lalu, besaran utang BPJS terhadap rumah sakit ini mencapai sekitar Rp 12 milyar. Mudah mudahan dalam waktu dekat sudah ada pembayaran kepada kami," kata Direktur RS SMC, dr Heru Suharto, Selasa (29/1/2019).

Di samping BPJS, angka tunggakan Jamkesda Pemkab Tasikmalaya juga terbilang masih cukup besar yakni sekitar Rp 7,7 milyar tercatat hingga bulan Desember 2018 lalu. Dan dalam waktu dekat ini, tunggakan Jamkesda ini akan terselesaikan sesuai rencana pihak Pemkab Tasikmalaya. "Ini angin segar bagi kami," ucap dia.

Dengan adanya pembayaran Jamkesda maupun BPJS Papar Heru, secara bertahap pihaknya akan menyelesaikan seluruh utang rumah sakit berdasarkan prioritas. Yang pertama pembayaran kepada pihak vendor/supplier obat. selanjutnya untuk pembayaran ke pihak bank atas biaya mamin dan pembayaran untuk jasa medis.*


Baca : Utang Pemkab Tasik Ke RS TMC Bakal Dilunasi?

 


Berita Terkait