Remaja Muslim Ciamis Tolak Valentine Days

Senin, 11 Februari 2019 22:09 Ahmad Mukhlis Daerah

Remaja Muslim Ciamis Tolak Valentine Days


Koropak.co.id - Sejumlah remaja muslim yang terdiri atas beberapa komunitas dan organisasi di Ciamis bergabung dalam satu wadah, membentuk forum Inspira Ciamis. Agenda forum ini adalah menggiatkan dakwah anti perayaan Valentine Days dan buDaysa lainnya yang bertentangan dengan Islam.

"Remaja muslim haram merayakan hari Valentine Days dengan alasan apapun. Sebab perayaan ini mengandung unsur pelanggaran akidah dan syariat Islam. Hari kasih sayang yang tidak sesuai dengan Islam, harus ditolak keras," ujar Koordinator Inspira Ciamis, Dewi Umbara, kepada Koropak Senin (11/2/2019).

Sebagai bentuk penolakan terhadap Valentine Days, kata Dewi, pihaknya telah menggelar acara Gerakan Menutup Aurat (Gemar) di Sirkuit BMX Ciamis, Minggu (10/2/2019) yang menjadi wujud aksi untuk menolak merayakan hari Valentine Days.

"Dalam acara Gemar, kami mengadakan lelang hijab yang nantinya akan di donasikan untuk korban bencana dan panti asuhan. Selain lelang hijab, kami juga berorasi kepada masyarakat sekitar mengenai Valentine Days. Umat Islam tidak seharusnya ikut merayakan karena Valentine Days adalah budaya asing," kata Dewi.

 

Koropak.co.id - Remaja Muslim Ciamis Tolak Valentine Days (2)

 

Baca : Tahun Baru Bersholawat Cinta Rasul

Selain dakwah lewat gerakan donasi hijab, kata Dewi, di hari yang sama pihaknya juga mengadakan acara talk motivasi dengan tema penolakan Valentine Days di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten yang diikuti para pelajar Ciamis utusan dari berbagai sekolah.

"Kami tidak hanya menyasar masyarakat umum, tapi juga pelajar yang biasanya suka merayakan Valentine Days. Nantinya para pelajar yang diutus dari sekolahnya menyosialisasikan kembali kepada teman-temannya di sekolah," ujar Dewi.

Ditambahkan Dewi, melalui acara Gemar dan talk motivasi diharapkan masyarakat bisa memahami betapa tidak baiknya merayakan Valentine Days. Sebagai generasi muda, Inspira Ciamis setidaknya telah menunjukkan kepedulian atas keselamatan generasi muda mendatang.

"Inilah cara kami berdakwah ke kalangan milenial untuk menyelamatkan generasi sekarang dari budaya asing yang tidak patut dicontoh. Dengan diadakan acara tersebut semoga menyadarkan kita bahwa budaya asing ini tidak patut untuk dirayakan," ujar Dewi.*

 

Baca : Gadis Penjual Cilok Itu Raih Beasiswa

 


Berita Terkait