Caleg DPR RI Bantah Keterlibatan

Senin, 11 Februari 2019 22:34 D. Farhan Kamil Daerah

Caleg DPR RI Bantah Keterlibatan

 

Koropak.co.id - Menyusul sidang perdana penanganan pelanggaran administrasi pemilu, Kamis (7/1/2019), Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya kembali menggelar sidang kedua dengan agenda pembuktian dari pihak pelapor (Panwascam Mangunreja) dan mendengarkan sanggahan dari pihak terlapor, Selasa (11/2/2019).

Sidang yang yang dipimpin Ketua Majelis Dodi Djuanda, SP itu, dimulai sekitar Jam 14.30 berakhir Jam 15.00. Tidak memakan waktu lama, sidang yang diawali dengan pemutaran audio tayangan iklan kampanye di Radio FM Arbaya, hanya berjalan sekitar 30 menit.

Dalam persidangan tersebut, calon DPR RI nomor urut 1 Daerah Pemilihan Jabar XI dari Partai Berkarya, Hj. Sarimaya, SE., M.Si, sebagai terlapor mengatakan dalam sanggahannya, jika dirinya tidak melakukan perjanjian kontrak kerjasama dengan pihak manajemen Radio FM Arbaya. Bahkan ia pun tidak tahu atau mendengar jika ada tayangan iklan kampanye dirinya sebelum jadwal yang telah di tetapkan KPU.  "Saya sangat paham aturan kampanye," katannya.

Meski demikian, ia mengakui telah melakukan transfer sejumlah uang atas permintaan ketua tim kampanyenya di Kabupaten Tasikmalaya untuk spot iklan di radio.

"Kalau mengirim uang, ya saya akui dan itu untuk rencana iklan di radio. Tetapi soal teknis dan spot iklannya, sama sekali saya tidak tahu, karena hal itu diurus oleh tim kampanye/relawan," ungkap Sarimaya.

Kepada media pun, ia mengaku telah dihubungi pihak manajemen radio, dan meminta maaf atas penayangan iklan kampanye, tanpa memperhatikan jadwal kampanye melalui media elektronik yang sejatinya dimulai per tanggal 23 Maret 2019 nanti.

 

Koropak.co.id - Caleg DPR RI Bantah Keterlibatan (2)

 

Baca : Lagi, Bawaslu Temukan Dugaan Pidana Pemilu

 

Sementara itu, Ketua Majelis Persidangan sekaligus Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Djuanda mengatakan, sidang berikutnya akan dilakukan pada Senin (18/2/2019) nanti dengan agenda putusan.  "Senen depan kita putuskan," kata Dodi singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam sidang perdana yang dipimpin oleh ketua majelis, Dodi Juanda, SP sekaligus Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya itu, pihak pelapor membacakan tuntutan atas pelanggaran kampanye yang dilakukan terlapor agar ketua majelis persidangan menerima laporan pelapor yang dinilai telah memenuhi unsur formil dan materil.

Kemudian, menghentikan aktifitas kampanye media elektronik yang dilakukan pihak terlapor dan membekukan seluruh agenda kampanye pencalegan pihak terlapor.

Ketua Panwascam Mangunreja merangkap sebagai Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, Muhammad Sukri Ruslan sebagai pihak pelapor mengatakan, berdasarkan bukti bukti yang terkumpul dan telah dikonfirmasikan kepada pihak pihak terkait, kegiatan kampanye terlapor melalui Radio FM Arbaya dinyatakan melanggar ketentuan Undang Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Menurutnya, iklan audio berdurasi 60 detik itu, ditayangkan berulang kali sejak tanggal 21 Januari 2019 lalu, Dengan konten mengajak dan meyakinkan masyarakat untuk memilih terlapor, dalam Pileg 17 April 2019 nanti.*

 

Baca : Caleg DPR RI Bantah Keterlibatan

 

 


Berita Terkait