Bursa Tenaga Kerja Demi Tekan Angka Pengangguran

Selasa, 19 Februari 2019 19:45 Dedi Sofwan Daerah

Bursa Tenaga Kerja Demi Tekan Angka Pengangguran


Koropak.co.id - Guna menekan angka pengangguran yang terus tumbuh setiap tahun, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut berencana menggelar bursa kerja atau Job Fair yang akan dilangsungkan di Area Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (21/2/2019) hingga Jumat (22/2/2019) besok.

Bursa kerja yang digelar Disnakertrans Kabupaten Garut turut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Garut ke-206 yang diperingati dengan gelaran Pekan Raya Kabupaten Garut mulai Kamis (21/2/2019) hingga Minggu (24/2/2019).

Dijumpai Koropak di ruang kerjanya, Selasa (19/2/2019), Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut H. Tedi, S.Sos, M.Si menuturkan bursa kerja menjadi agenda rutin Disnakertrans Kabupaten Garut, dengan tujuan menekan angka pengangguran di Kabupaten Garut.

"Sekarang, potensi lowongan kerja di Garut cukup banyak. Di tahun 2019 saja, dibutuhkan hampir 7.000 tenaga kerja. Jadi, bursa kerja ini merupakan ajang yang tepat untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Garut yang akan bermuara pada menyusutnya angka pengangguran," katanya.

 

Koropak.co.id - Bursa Tenaga Kerja Demi Tekan Angka Pengangguran (2)

 

Baca : 24 Perusahaan Buka Lowongan Pekerjaan

Dijelaskan Tedi, untuk bursa kerja tersebut, Disnakertrans Kabupaten Garut mengundang 15 perusahaan dengan target 3.500 pelamar. Target yang realistis mengingat di ajang Job Fair 2018, jumlah pelamar yang mencari kerja di Job Fair mencapai 3.000 pelamar.

"Untuk tingkat pencari kerja sendiri, pada 2018 hampir mencapai 24.000 calon tenaga kerja membuat kartu kuning. Untuk catatan angka pengangguran sendiri, di akhir tahun 2016, jumlah pengangguran mencapai 65.700. Di tahun 2017, terdapat perluasan lapangan kerja hingga mampu menyerap 7.000 tenaga kerja. Di tahun 2018, penyerapan tenaga kerja mencapai 23.000," ujar Tedi.

Angka tersebut, kata Tedi, jelas menunjukan penurunan angka pengangguran di Garut mencapai 50 persen. Terlebih sekarang ada kebijakan penghapusan kartu kuning. Dengan aturan jika selama 6 bulan pembuat kartu kuning tidak daftar ulang, maka dinyatakan sudah bekerja, dan kartu kuning atas nama si pendaftar dinyatakan dihapus.

"Bagi masyarakat Garut, Dinaskertrans Kabupaten Garut mengharapkan pengangguran memiliki usaha sendiri. Khususnya tamatan sekolah dasar. Sebab kami membuka pelatihan selama 45 hari untuk mereka yang memiliki spirit berwirausaha. Di luar itu, kami mengharapkan para pengangguran dapat bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Garut," tuturnya.*

 

Baca : Hari Kedua, Job Fair Tidak Henti Direbu Pelamar



Berita Terkait