Presiden RI Kunjungi Ponpes Miftahul Huda Manonjaya

Rabu, 27 Februari 2019 21:19 Eris Kuswara Daerah

Presiden RI Kunjungi Ponpes Miftahul Huda Manonjaya


Koropak.co.id - Dalam rangka penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Ketahanan Pangan dan Aksi Ekonomi untuk Rakyat, Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi menggelar kunjungan ke Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Kampung Pasir Panjang Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (27/2/2019).

Dalam kesempatan itu turut hadir, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekertaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto,S.IP, Walikota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda KH Asep Moushol Affandy beserta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Rl, Ir H Joko Widodo melakukan pengecekan petani yang akan menerima KUR dengan jumlah mencapai 600 orang.

"Saat ini, pemerintah sedang membuat program ekonomi umat dan ekonomi rakyat, ada juga kredit mikro untuk pedagang asongan melalui Program Mekar serta berbagai program lainnya seperti program Kredit Mikro," kata Jokowi.

 

Koropak.co.id - Jokowi Kunjungi Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya (2)

 

Baca : Presiden Jokowi Tinjau Bandara Wiriadinata

Ditambahkan Jokowi, apabila masyarakat menginginkan KUR yang lebih besar, maka mereka bisa mengajukan KUR dengan pinjamannya yang bisa mencapai Rp 500 juta dengan bunga 7 persen per tahunnya.

Dalam kesempatan itu turut dilakukan penyerahan KUR kepada masyarakat seperti Irawati yang berasal dari Desa Dangdeur Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut sebesar Rp 5 juta serta Fatonah dari Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp 7 juta.

"Kredit yang didapatkan itu harus digunakan untuk modal usaha, bahkan kami juga memiliki Bank Wakaf Mikro yang didirikan di pesantren-pesantren dengan modalnya mencapai Rp 8 milyar per pesantren dan sekarang baru 44 pesantren yang memiliki," ucapnya.

Jokowi menuturkan, dalam rangka pembangunan sumber daya manusia, maka akan dibangun juga 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di pesantren-pesantren agar para santri bisa belajar keterampilan dan bisa membangun ekonomi kreatif. Saat ini, Indonesia juga masuk dalam persaingan dengan dunia luar, sehingga dibutuhkannya SDM yang handal dan profesional agar dapat bersaing.

"Harga yang ada saat ini juga sudah bisa bersaing dan semua itu merupakan kekuatan kita untuk bisa diandalkan dan bersaing dengan lainnya melalui cara meningkatkan kualitas SDM bangsa kita. Semoga program-program yang berhubungan dengan ekonomi rakyat dan ekonomi umat ini bisa terus dikembangkan," ujarnya.*

 

Baca : Presiden Jokowi Akan Buka Konbes NU

 


Berita Terkait