Tubuh Gadis Diobati Dengan Cara Dijilat

Senin, 04 Maret 2019 16:12 D. Farhan Kamil Daerah

Tubuh Gadis Diobati Dengan Cara Dijilat

 

Koropak.co.id - Berdalih mampu mengobati berbagai macam penyakit termasuk penyakit langka, Maman (59) sang dukun warga Kampung Cibulak Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, nekad mencabuli pasiennya sendiri yang notabene masih terpaut hubungan keluarga.

Korban berinisial SAR (16) baru lulus SMP ini, awalnya sering mengalami pusing dan di kulit tubuhnya muncul bintik bintik hitam hingga menutupi hampir sebagian besar tubuh korban dari mulai wajah hingga kaki. Dan anehnya, bintik bintik itu sering berpindah pindah tempat.

SAR pun sudah berobat ke beberapa puskesmas hingga rumah sakit, namun penyakitnya tak kunjung sembuh hingga akhirnya SAR mendatangi Maman yang dinilai memilki kemampuan untuk menyembuhkan penyakitnya dengan cara pengobatan alternatif. Dengan cara pengobatan alternatif ini lah, SAR mulai merasakan kesembuhan.

Tetapi anehnya setelah beberapa hari sembuh, bintik bintik hitam di tubuh gadis itu kembali muncul dan mendorongnya kembali berobat ke sang dukun meski cara pengobatan yang dilakukan Maman ini terbilang aneh, karena menggunakan jilatan lidah dan pijatan pijatan ke bagian tubuh korban hingga ke bagian vital.

 

Koropak.co.id - Tubuh Gadis Dobati Dengan Cara Dijilat (2)

 

Baca : Dukun Cabul Dibekuk Polisi

 

Kini sang dukun harus berurusan dengan aparat Kepolisian setelah keluarga korban melaporkan kejadian tindakan asusila yang dilakukan Maman yang akrab dipanggil abah Maman terhadap SAR.

"Atas laporan pihak keluarga, kami langsung bergerak dan melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya kemarin," ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKBP Pribadi Atma, Senin (4/3/2019).

Hasil pemeriksaan, modus pelaku dengan cara menjilat bintik bintik hitam di tubuh korban hingga ke bagian vital dan berakhir tindakan pencabulan.

Selain pelaku kata Pribadi Atma, sejumlah alat bukti berupa pakaian korban dan pakaian pelaku turut diamankan sebagai alat bukti.

"Pelaku dijerat dengan pasal 81 dan 82 UU RI nomor 32 tahun 2004 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," ucapnya.*

 

Baca : Sadis, Adik dan Ponakan Bunuh Kakak Kandung


Berita Terkait