Seminggu Sampah Sengaja Tak Diangkut DLH

Jum'at, 08 Maret 2019 18:05 Ahmad Mukhlis Provinsi

Seminggu Sampah Sengaja Tak Diangkut DLH

 

Koropak.co.id - Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar akan memberi teguran kepada warga yang bandel tidak membayar retribusi sampah. Termasuk di antaranya warga di Jalan Letjen. Suwarto, tepat di belakang Toserba Yogya Banjar yang diketahui telah bertahun-tahun menunggak bayar retribusi sampah domestik. Sementara mereka membuang sampah di Jalan Letjen. Suwarto tanpa punya kesadaran membayar retribusi.

"Pendapatan dari retribusi sampah mencapai Rp 550 juta per-tahun. Ini untuk PAD Kota Banjar. Sementara itu, pada realitanya, masih banyak warga yang tidak membayar. Jelas ini akan memengaruhi pencapaian target PAD, " ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, H. Yoyo Suharyono kepada Koropak, Jumat (8/3/2019).

Yoyo mengatakan, sudah seminggu Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar sengaja tidak mengangkut sampah yang ditumpuk warga dekat Toserba Yogya Banjar, hal itu merupakan bentuk peringatan kepada warga yang tidak pernah membayar retribusi.

"Kota Banjar selalu dapat adipura, tapi warganya masih ada yang tidak menyadari pentingnya retribusi sampah. Sengaja bertahun-tahun tidak diperingati, dengan harapan akan timbul kesadaran sendiri, namun yang ada malah jadi keenakan. Padahal masalah kebersihan itu tanggungjawab semua pihak. Kalau petugas kebersihan mogok kerja, Kota Banjar akan jadi lautan sampah. Jadi hargailah keringat para relawan kebersihan, mereka bukan PNS dan gajinya dari retribusi kebersihan," ujar Yoyo.

 

 Koropak.co.id - Seminggu Sampah Sengaja Tak Diangkut DLH

 

 

Baca : Kesadaran Terhadap Sampah Perlu Ditingkatkan

 

Seperti diketahui, sudah satu pekan petugas kebersihan mogok tidak mau mengangkut sampah di jalan Suwarto. Tumpukan sampah menggunung hingga Jumat (8/3/2019) dan menyebarkan bau tidak sedap.

Salah seorang warga Kota Banjar, yang juga mantan anggota DPRD Kota Banjar Ir Soedrajat mengatakan sebaiknya Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang adanya biaya retribusi. Dengan adanya sosialisasi, diyakini akan memudahkan warga memahami hak dan kewajibannya.

"Kota tidak boleh kumuh dan kotor karena sampah. Karena itu harus dibangun komunikasi yang baik antara warga dengan Dinas Lingkungan Hidup," ujar Soedrajat.*

 

Baca : Bupati Anne Siapkan Solusi Atasi Sampah