Santri Ponpes Sulalatul Huda Sambut Sandiaga Uno

Sabtu, 09 Maret 2019 13:08 Dede Hadiyana Daerah

Santri Ponpes Sulalatul Huda Sambut Sandiaga Uno


Koropak.co.id - Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno menyambangi Pondok Pesantren Sulalatul Huda Kelurahan Tugu Jaya Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Jumat (8/2/2019).

Kedatangan Sandi disambut santri serta ribuan relawan pendukung paslon Capres dan Cawapres 02 di pemilu 2019 mendatang.

Kedatangan Sandi yang didampingi mantan Gubernur Jawa Barat, Achmad Heryawan ke Kota Tasikmalaya itu bertujuan untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Sulalatul Huda Kota Tasikmalaya sekaligus berziarah ke makam pendiri Ponpes Sulalatul Huda Almarhum KH Didi Abdul Majid yang bertepatan dengan haul ke-12.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga mengatakan dirinya mengingatkan bahwa begitu besar peluang di Indonesia untuk menjadi pusat industri halal dunia. Oleh sebab itu, para santri harus membuka diri untuk bisa bersaing secara global guna memajukan industri halal di Indonesia.

"Negara ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal dunia, dan itu dapat diawali dari para santri. Jika Indonesia ekonominya Syariah, maka besar kemungkinan derajat kesejahteraan meningkat, yang sejalan dengan meningkatknya lapangan pekerjaan," ujarnya.

 

 

Koropak.co.id - Santri Ponpes Sulalatul Huda Sambut Sandiaga Uno (2)

 

Baca : Sandiaga Uno Disambut Ribuan Pendukung Prabowo-Sandi

Dikatakan Sandi, terdapat sekitar 4-5 juta lapangan pekerjaan berbasis ekonomi syariah, seiring dengan menjamurnya bisnis kuliner dan jasa. Peluang tersebut seyogianya harus disambut santri.

"Tidak hanya di peluang bisnis, tingkat pendidikan santri pun sebisa mungkin harus meningkat. Santri harus mendapatkan lebih banyak beasiswa untuk melanjutkan pendidikan," katanya.

Dengan banyaknya santri yang mendapatkan beasiswa, kata Sandi, secara otomatis para santri berpeluang melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi lagi, baik di daerahnya masing-masing, maupun di luar negeri, salah satunya di Timur Tengah yang sesuai dengan kompetensi masing-masing santri.

"Sekarang ini, posisi Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain terkait industri halal dan dirinya mengaku akan mendorong semua pihak terkait agar termotivasi dalam berkompetisi dalam bidang industri halal di Indonesia.

"Berdasarkan Global Islamic Economic Indicator Indonesia (GIEI), Indonesia masih berada di posisi ke-10 di bidang industri halal. Untuk itu, peringkat tersebut harus kita perbaiki," ucapnya.


Baca : Sandiaga Uno Rangkul Emak-Emak

 


Berita Terkait