Lagi, Pelaku Pencabulan Anak Diciduk

Selasa, 12 Maret 2019 19:40 D. Farhan Kamil Daerah

Lagi, Pelaku Pencabulan Anak Diciduk


Koropak.co.id - Rentetan kasus pencabulan yang baru-baru ini berhasil diusut oleh aparat Kepolisian dan berakhir di sel tahanan, sepertinya tak menyurutkan niat orang untuk melakukan tindakan asusila.

Selasa (12/3/2019) siang, anggota Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya berhasil mengamankan dua orang remaja berinisial RAM (17) dan KIF (20) warga Kampung Cikande Desa Cidugaleun Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya. Keduanya digelandang petugas ke Mapolres, masing masing di rumahnya tanpa perlawanan.

Mereka ditangkap untuk diperiksa gara-gara diduga melakukan tindakan asusila terhadap salah seorang remaja putri RS (15) warga Kecamatan Ciagalontang yang masih merupakan teman dari sahabat pelaku.

Dari mulut KIF yang baru menikah 1,5 tahun lalu dengan seorang janda beranak satu ini, dia mengaku pada hari Minggu lalu sekitar jam 15.00, ia disuruh ER (teman korban) menjemput RS dari salah satu tempat menuju rumah ER di Pasirkonji Cigalontang.

Setibanya di rumah ER, KIF berusaha membujuk RS untuk melayani hasrat seksualnya dengan iming-iming korban akan diberi handphone.

"Saya hanya ingin mengetes saja jika RS ini sebelumnya dikabarkan sebagai perempuan 'nakal'. Saya sempat mau melakukannya tapi tidak jadi," aku KIF.

 

Koropak.co.id - Lagi, Pelaku Pencabulan Anak Diciduk (3)

 

Baca : Tubuh Gadis Diobati Dengan Cara Dijilat

 

Sementara itu, RAM mengaku, disuruh ER menjemput RS di rumah ER karena waktu sudah malam. Namun RS menolak dibawa pulang dan akhirnya RS berhasil dibujuk dan dibawa ke rumah bibi RS di daerah Peuteuyjaya Kecamatan Sariwangi. Ia pun mengaku tidak sempat melakukan persetubuhan dengan RS.

Meskipun KIF dan RAM tidak mengakui melakukan tindakan asusila, keduanya harus berurusan dengan petugas Kepolisian untuk menjalani sejumlah pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Pribadi Atma mengatakan, penangkapan kedua remaja dilakukan setelah menerima laporan orang tua korban yang telah kehilangan anaknya sejak tiga hari lalu.

"Kami langsung bergerak cepat, dan dalam waktu yang tidak lama, korban beserta kedua pelaku ditemukan untuk kemudian kami amankan," kata Pribadi.

Untuk selanjutnya, kata dia, pihaknya akan membawa RS ke rumah sakit untuk divisum.

"Untuk sementara, kedua pelaku dijerat dengan pasal 80 dan 81 Undang-Undang RI nomor 35/2014, dengan ancaman 5 tahun penjara atau maksimal 15 tahun penjara," ujar Pribadi.*

 

Baca : Oknum Guru Ngaji Meringkuk di Tahanan

 


Berita Terkait