Kejari Sosialisasikan Jaksa Masuk Sekolah

Rabu, 13 Maret 2019 19:57 Dedi Sofwan Daerah

Kejari Sosialisasikan Jaksa Masuk Sekolah

 

Koropak.co.id - Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut yang dinakhodai Kepala Seksi Intel Kejari Garut, Dody Witjaksono, SH., MH mengunjungi SMPN 4 Garut, Rabu (13/03/2019). Kunjungan tersebut dalam rangka penyuluhan hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Di hadapan ratusan siswa, Dody menjelaskan tentang produk produk hukum dan tupoksi dari kejaksaan. Salah satunya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) nomor 11 tahun 2008 yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik. Selain itu para siswa mendapatkan pencerahan hukum tentang kejahatan terorisme dan narkoba.

"JMS merupakan langkah preventif yang dilakukan oleh kejaksaan dalam hal pencegahan tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh kalangan pelajar," katanya.

Usia pelajar, kata Dody, terutama pelajar SMP dan SMA adalah masa bagi para pelajar untuk mencari jati dirinya.

"Masa tersebut merupakan masa yang rawan sekali. Kalau tidak dilandasi dengan pengetahuan tentang hukum yang cukup, maka akan dengan mudahnya masuknya faham yang sifatnya negatif dan akan mudah sekali dikendalikan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," ujarnya.

 

 

Koropak.co.id - Kejari Sosialisasikan Jaksa Masuk Sekolah (2)

 

Baca : Bangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

Dengan adanya JMS, Dody berharap para pelajar bisa mengerti dan memahami tentang hukum. Sehingga akan terhindar dari segala hal yang bertentangan dengan hukum.

"Intinya para pelajar harus kenal hukum dan jauhi hukuman," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 4 Garut, Burhan, M.Pd mengatakan dengan adanya penyuluhan hukum yang diberikan oleh Kejari Garut diharapkan akan menambah wawasan bidang hukum dan nilai kedisiplinan terhadap anak didiknya semakin kuat.

"Karena program JMS dirasakan banyak sekali manfaatnya, tidak hanya bagi siswa tetapi bagi para guru juga, diharapkan program JMS bisa masuk ke semua sekolah baik tingkat SMP maupun SMA yang ada di Garut," ujarnya.*

 

Baca : Kejari Singaparna Cegah Guru Tersangkut Hukum

 


Berita Terkait