Indonesia, Sekeping Surga yang Jatuh ke Bumi

Senin, 18 Maret 2019 08:40 Clara Aditia Nasional

Indonesia, Sekeping Surga yang Jatuh ke Bumi


Koropak.co.id - Menurut pujangga asal Arab, Indonesia merupakan sekeping surga yang jatuh ke bumi. Dikarenakan 3/4 negara ini terdiri dari lautan, maka Indonesia disebut pula sebagai negeri benua air.

Demikian disampaikan Pemangku Adat Kerajaan Gowa, Drs M Hatta Hamzah yang bergelar Karaeng Gajang saat Ramah Tamah bersama Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso yang digelar di Marc Hotel Jakarta, Kamis (14/3/2019). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Deklarasi Dukungan Raja Se-Nusantara untuk Prabowo-Sandiaga Uno yang digelar di Kediaman Prabowo Subianto di Padepokan Garudayaksa, Bukit Hambalang Bogor, Jumat (15/3/2019).

"Jika cinta negeri ini, dan punya niat baik untuk menyelamatkannya, maka haruslah cerdas memilih pemimpin bangsa. Diperlukan pemimpin seperti Prabowo, dengan berbagai latar belakang sebagai jenderal yang tegas berwibawa, diyakini beliau bisa membawa kembali kedaulatan bangsa," katanya.

 

Koropak.co.id - Indonesia, Sekeping Surga yang Jatuh ke Bumi (2)

 

Baca : Mutiara Dari Selatan Setia Perjuangkan 02

 

Dikatakan Karaeng, dalam berbagai kegiatan, Prabowo sering dipelintir sebagai karakter yang keras, namun sebetunya keras tidak berarti kasar. Justru Prabowo memiliki karakter tegas dan disiplin, sebagaimana yang dia dapat selama menjadi jenderal di TNI dahulu.

"Sedangkan pasangannya, Sandiaga Uno merupakan sosok pebisnis sukses, yang diharapkan bisa membuka akses ekonomi berkemajuan bagi bangsa Indonesia," ucapnya.

Ditambahkan Karaeng, sebetulnya, ancaman Cina invasi ke Indonesia sudah dapat diterkanya sejak 30 tahun lalu, saat dia sering berdiskusi bersama adik Tien Soeharto, Letjen Ibnu Hartomo saat tugas ke Makassar. Kala itu, Ibnu mmpersoalkan SDM yang terbelakang, hingga lapangan kerja tidak tersedia.

 

 

Koropak.co.id - Indonesia, Sekeping Surga yang Jatuh ke Bumi (3)

 

Baca : Prihatin Masa Depan Bangsa Bobrok

 

"Beliau berkata, di atas tahun 2000, ancaman paling bahaya adalah Cina, karena di tahun tersebut, jumlah penduduk Cina mencapai 2 milyar, sedangkan daya tampung negaranya tidak memadai, sehingga negara-negara terdekat jadi sasaran ekspansi, termasuk Indonesia yang merupakan negara subur. Itu terjadi dan terbukti saat ini," kata Karaeng.

Diharapkan, kata Karaeng, pasangan Prabowo-Sandi bisa mengembalikan kedaulatan bangsa, membawa kembali wibawa bangsa Indonesia, dan mengantarkannya ke gerbang kesejahteraan. Spirit Prabowo dalam merangkul para raja se-Nusantara menjadi gambaran bahwa Prabowo menghargai sejarah bangsa, di mana para raja merupakan pemilik bangsa," katanya.*

 

Baca : Salah Memilih Pemimpin Hancur Masa Depan Bangsa

 


Berita Terkait