Tingkat Perekonomian Jawa Barat Belum Optimal

Jum'at, 22 Maret 2019 16:43 Admin Nasional

Tingkat Perekonomian Jawa Barat Belum Optimal


Koropak.co.id - Calon Anggota DPD RI nomor urut 40 utusan Jawa Barat, Drs. H. Asep Syaripudin, M,Si menilai perkembangan Jawa Barat, khususnya Kabupaten Garut sudah cukup baik. Namun, masih saja ada beberapa catatan yang harus diperbaiki, mulai dari tingkat ekonomi, lapangan perkerjaan, infrastruktur dan pengembangan potensi sumber daya alam yang belum maksimal dimanfaatkan.

"Pada umumnya masyarakat Garut sudah cukup baik, namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan mengingat posisi Garut masih berada di bawah daerah lain di Jawa Barat. Sehingga menjadi tugas kita untuk mengejar ketertinggalan tersebut, agar bisa mengejar, minimal menyejajarkan Garut dengan daerah lainnya," ucap Asep saat dijumpai Koropak, Jumat (22/3/2019).

Oleh sebab itulah, Asep yang juga merupakan Ketua PW Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Barat, menyatakan tekadnya maju dalam kancah pencalegan DPD RI, untuk mengabdikan diri kepada Jawa Barat, demi memajukan masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Garut.

 

Koropak.co.id - Tingkat Perekonomian Jawa Barat Belum Optimal (3)

 

Wakil Ketua PWNU Jawa Barat Bidang Ekonomi itu telah menyiapkan 5 strategi untuk memperbaiki pelbagai kekurangan yang terjadi. Langkah pertama, meningkatkan pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pelatihan, pendampingan, dan pembinaan baik SDM, manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, desain packaging, pengelolaan keuangan dan modern marketing.

"Strategi kedua adalah memajukan pendidikan non formal, karena di Garut banyak sekali penyelenggara pendidikan non formalnya meliputi pondok pesantren, lembaga kursus, PAUD, PKBM dan madrasah yang harus didorong maksimal demi meningkatkan SDM di dalamnya," ucap Asep yang saat ini turut menjabat sebagai Ketua Umum DPP Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) itu.

Asep juga menyiapkan langkah strategis ketiga, yakni mendorong pemekaran desa yang ada di Garut. Dikatakan Asep, jumlah penduduk Jawa Barat merupakan terbanyak se-Indonesia. Bahkan jika dibandingkan dengan Jawa Tengah pun, perbedaannya mencapai 15 juta penduduk.

"Namun yang disayangkan, alokasi anggaran desa di Jawa Barat hanya Rp 5,9 trilyun. Cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan Jawa Tengah, yang memiliki alokasi anggaran desa mencapai Rp 8 triliun. Untuk jumlah desa sendiri, di Jawa Barat mencapai 5.972 desa, sedang Jawa Tengah mencapai 8.000 desa. Jadi kita kehilangan anggaran pembangunan yang cukup banyak tingggi," kata Asep.

 

Koropak.co.id - Tingkat Perekonomian Jawa Barat Belum Optimal (2)

 

Baca : Jatuh Bangun Warnai Kiprah H Asep Syaripudin

Asep menambahkan, Garut mempunyai 42 kecamatan dengan bentangan yang sangat luas. Garut memerlukan pemekaran untuk percepatan dan pemerataan pembangunan demi mengejar ketertinggalan dengan daerah lainnya.

"Strategi terakhir, melestarikan seni dan budaya leluhur Jawa Barat. Hal ini perlu mendapat perhatian karena Garut kaya akan peninggalan leluhur seperti Candi Cangkuang beserta masyarakat adat di dalamnya, serta aneka jenis kesenian dan budaya Garut yang harus dipertahankan," katanya.

Asep menambahkhan, modal untuk mewujudkannya, adalah tekad meningkatkan ekonomi kesejahteraan rakyat. Langkahnya melalui kerjasama dengan para pengusaha yang ada di lingkungan HPN, membuka lapangan kerja atau memfasilitasi masyarakat untuk dapat bekerja dengan para stakeholder.

"Tentunya, sebelumnya SDM akan dibina dulu sampai layak dan mendapatkan sertifikasi profesi kerjasama dengan HIPKI karena HIPKI membangun kecerdasan dan keterampilan SDM tenaga kerja melalui berbagai keahlian," ucap Asep.*

 

Baca : Asep Syaripudin Apresiasi Konfercab HPN Garut

 


Berita Terkait