Kembalikan Nama Ciamis Jadi Galuh

Sabtu, 23 Maret 2019 21:18 Clara Aditia Daerah

Kembalikan Nama Ciamis Jadi Galuh


Koropak.co.id - Guru Besar Padepokan Padjadjaran Pusat, Raden H. Sany Wijaya Nata Kusumah Drs., SH yang akrab disapa Uyut Sani bersyukur dan bangga ada perkembangan yang signifikan dari eksistensi Kerajaan Galuh, terlebih kemajuan tersebut tercipta selepas Kerajaan Galuh ada dalam bimbingan dan arahan dari Padepokan Padjadjaran Pusat.

"Alhamdulillah, Uyut lihat, ada progres kemajuan dari Galuh dalam bimbingan kami, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kami yakin, besok Galuh akan lebih maju lagi. Uyut berharap, Galuh ke depan harus back to basic," kata Uyut Sani didampingi Kasepuhan dari Galunggung Agung Padjadjaran, Prabu Sancang Djaya Diningrat saat dijumpai Koropak dalam acara "Mieling Ngadegna Galuh 1407" yang digelar di Pendopo Selagangga, Ciamis, Sabtu (23/3/2019).

 

 

Koropak.co.id - Kembalikan Nama Ciamis Jadi Galuh (2)

 

Kemajuan tersebut, kata Uyut Sani, ada dalam perjuangan pengembalian nama Ciamis menjadi Galuh. Dahulu dalam sejarahnya bernama Galuh, sekarang bernama Ciamis, diharapkan ke depan dapat dikembalikan menjadi Galuh, walaupun prosesnya lama, tapi harus terus diperjuangkan, dengan tujuan agar tidak melupakan titimangsa sejarah Kerajaan Galuh, yang lahir pada 612 Masehi dengan raja pertama bernama Wretikandayun.

"Uyut juga yakin, Galuh akan terus maju. Apalagi Raja Galuh tercantum dalam Karesian Galunggung Agung," katanya.

 

 Baca : Mieling Ngadegna Galuh Spirit Melestarikan Sejarah

 

 

Koropak.co.id - Kembalikan Nama Ciamis Jadi Galuh (3)

 

 

Dikatakan Uyut, harmonisasi antara Raja Galuh dan masyarakat adat di dalamnya, dengan pemerintah daerah, sangat baik. "Tampak di acara 'Mieling Ngadegna Galuh' kali ini. Walaupun pada pelaksanaannya baru sekitar 50 persen masyarakat yang tahu, namun ke depan diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengetahui, acara 'Mieling Ngadegna Galuh' ini," tuturnya.

Uyut Sani juga berharap ke depan, semakin banyak seniman, budayawan, dan masyarakat di Tatar Galuh yang tergerak untuk melestarikan seni budaya Galuh, agar tidak mati ditelan zaman.

"Walaupun sebelumnya sempat mati suri, namun kegiatan 'Mieling Ngadegna Galuh' kali ini, menjadi momentum untuk membangkitkan kembali eksistensi seni budaya Galuh," katanya.*


Baca : Raja Galuh Berharap Nama Ciamis Jadi Galuh


Berita Terkait