Nama Ciamis Pemberian Belanda

Minggu, 24 Maret 2019 16:44 Ahmad Mukhlis Daerah

Nama Ciamis Pemberian Belanda

 

Koropak.co.id - Rektor Unigal Ciamis, yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis, Dr Yat Rospia Brata mengapresiasi helaran budaya "Mieling Ngadegna Galuh 1407" yang dilaksanakan di Pendopo Selagangga, Sabtu (23/3/2019).

Kegiatan "Mieling Ngadegna Gauh" dinilai Yat dapat menjadi sarana pariwisata berbasis budaya sekaligus wahana edukasi mengenalkan sejarah Galuh kepada generasi milenial, mengingat pentingnya anak zaman sekarang paham ada leluhur yang telah berjuang di masa lalu.

"Sejarah adalah pelajaran berharga untuk menatap masa depan. Merumuskan masa depan yang gemilang bisa mengambil nilai-nilai leluhur yang masih relevan dengan zaman milenial. Kerajaan Galuh telah mewariskan tata nilai sosial masyarakat Sunda yang selaras dengan tuntunan agama dan spiritualitas," ujar Yat.

Menurut Yat, budaya adalah perekat dan penjaga harmoni suatu bangsa. Para penjajah sangat paham akan hal tersebut. Oleh sebab itu, ke depan cikal bakal penjajah akan menggunakan budaya sebagai alat penjajahan.

 

Koropak.co.id - Nama Ciamis Pemberian Belanda (2)

 

Baca : Kerajaan Galuh Tercatat di Seluruh Sejarah Dunia

 

Budaya lokal yang baik, kini diperangi oleh budaya barat yang sekular dan tidak agamis. Hal tersebut bukan kebetulan tapi ada misi penjajahan budaya yang dampaknya bisa lebih dahsyat.

"Kita harus kembali kepada kebudayaan leluhur Galuh untuk menangkal perang budaya dengan negara kapitalis dan imperalis. Galuh dihancurkan Belanda hingga tak tersisa, semua naskah kuno dan pusaka zaman Kerajaan Galuh ada di Belanda. Kita hanya mengkaji nilai Galuh dari tutur tinular masyarakat saja," kata Yat.

Dengan adanya helaran budaya Galuh setiap tahun, kata Yat, setidaknya ada pola pewarisan nilai kegaluhan kepada generasi sekarang. Orang tua punya data sejarah untuk menyampaikan nilai budaya masa lalu kepada anaknya.

"Prabu Haur Koneng pendiri Kerajaan Galuh Islam telah melakukan asimilasi nilai kegaluhan dengan Islam. Sama sekali tidak ada pertentangan antara Galuh dan Islam sebab ada banyak kesamaan rasa spiritual dengan Islam. Belanda mencoba memisahkan Islam dari budaya Galuh dan Kesundaan, tapi gagal, " ujar Yat.

 

 

Koropak.co.id - Nama Ciamis Pemberian Belanda (1)

 

Baca : Mieling Ngadegna Galuh Spirit Melsetarikan Sejarah

Menurut Yat, pertahanan budaya adalah benteng terakhir menjaga bangsa. terkait hal itu, masyarakat Galuh berhasil mengalahkan budaya Belanda selama ratusan tahun. Karena merasa kalah, akhirnya pada tahun 1915, Belanda mengganti nama Galuh menjadi Ciamis, sebuah nama yang bermakna kurang baik. Nama Ciamis bukan aspirasi masyarakat Galuh tapi asli produk Belanda.

"Nama Kabupaten Ciamis adalah simbol penjajahan Belanda. Rupanya kita masih senang dengan warisan penjajah Belanda, makanya para Bupati Ciamis enggan menggembalikan nama Galuh sebagai nama pemerintahan modern. Mental penjajah masih diidap para pejabat kita jadi mereka tidak bisa menghargai sejarah Galuh," ujar Yat.*

 

Baca : Trah Kerajaan Galuh Diharap Lestarikan Warisan Leluhur

 

 


Berita Terkait