Naskah Eropa Catatkan Sejarah Galuh

Minggu, 24 Maret 2019 23:00 Ahmad Mukhlis Daerah

Naskah Eropa Catatkan Sejarah Galuh

 

Koropak.co.id - Dalam sarasehan Mieling Ngadegna Galuh yang digelar di Pendopo Selagangga, Sabtu (23/3/2019) Budayawan Sunda, Budi Setiawan (Dalton) memaparkan asal muasal Kerajaan Galuh.

Berdasarkan prasasti dan naskah kuno, kata Dalton, nama Galuh banyak dikutip dan diceritakan. Dari 12 prasasti yang ditemukan di Ciamis semua membahas tentang Kerajaan Galuh. Bahkan di naskah Eropa nama Galuh tercatat sebagai kerajaan besar yang berbasis cocok tanam.

"Kerajaan Galuh didirikan pertama kali oleh Wretikandayun. Beliau adalah cicit dari Maha Guru Manikmaya, Raja Kendan. Dari Kendan kemudian Wretikandayun hijrah ke daerah Bojong Galuh yang sekarang Desa Karangkamulyan Ciamis. Di lokasi inilah ibukota Kerajaan Galuh, beberapa peninggalan masih bisa disaksikan," ujar Dalton.

 

 

Koropak.co.id - Naskah Eropa Catatkan Sejarah Galuh (2)

 

Perjalanan sejarah Galuh, kata Dalton, sangatlah panjang. Pasang surut perang saudara bahkan tak bisa dihindari hingga Galuh terpecah menjadi kerajaan kecil. Bahkan pada masa Galuh Islam tahun 1.500 Masehi, Galuh mulai menghadapi penjajahan Belanda hingga akhirnya dimerger ke Kerajaan Mataram.

"Wilayah Galuh makin mengecil hingga setingkat keadipatian. Pasca Mataram kalah perang dengan Belanda, Galuh pun dipecah dan akhirnya dihapus namanya menjadi Ciamis pada tahun 1915 Masehi," ujar Dalton.

Menurut Dalton, sejarah tak bisa disesali, Galuh telah tenggelam di pusara sejarah. Namun nilai-nilai budaya Galuh tidaklah hilang, warisan budaya, tata nilai sosial dan seni masih ada hingga sekarang. Tugas generasi sekarang adalah menjadikan spirit Galuh untuk membangun dunia Galuh kiwari yang lebih baik.

 

 

Koropak.co.id - Naskah Eropa Catatkan Sejarah Galuh

 

Baca : Kembalikan Nama Ciamis Jadi Galuh

"Orang Sunda harus menjadi pelopor perubahan dalam berbangsa dan bernegara. Spirit Galuh harus dijadikan motivasi untuk siap berkompetisi di dunia yang penuh persaingan. Orang Sunda itu bukan si Kabayan yang hanya tidur dan berkhayal, " kata Dalton.

Semua nilai masa lalu, kata Dalton, harus direvisi jika tidak cocok dengan zaman. Sebaliknya nilai yang baik untuk kemajuan orang Sunda harus diperjuangkan.

"Kepemimpinan orang Sunda tidak muncul di pentas politik nasional. Saatnya orang Sunda tampil memimpin, jangan mengagumi sejarah Galuh tapi kita tidak menjadi pemimpin, " ujar Dalton.*


Baca : Kerajaan Galuh Tercatat di Seluruh Sejarah Dunia


Berita Terkait