Jangan Persulit Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat

Rabu, 27 Maret 2019 15:09 Clara Aditia Parlemen

Jangan Persulit Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat

 

Koropak.co.id - Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Imas Farmawati mengharapkan layanan kesehatan di Kota Tasikmalaya dapat diperbaiki, terutama layanan bagi masyarakat menengah ke bawah. Pihaknya sering mendapat laporan keluhan dari masyarakat yang merasa tidak dilayani dengan baik, terutama di rumah sakit swasta.

Hal itu disampaikan Imas kepada Koropak selepas Rapat Pembahasan Raperda Sistem Kesehatan Daerah yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (23/3/2019).

Imas yang juga anggota Pansus Raperda Sistem Kesehatan Daerah mengharapkan adanya Raperda Sistem Kesehatan Daerah yang saat ini tengah dibahas, dapat membawa perubahan yang lebih baik terhadap layanan kesehatan di Kota Tasikmalaya.

"Kami yakin Raperda Sistem Kesehatan Daerah ini akan menjadi koridor untuk meningkatkan layanan kesehatan terhadap masyarakat Kota Tasikmalaya lebih baik lagi. Dengan harapan dapat memacu peningkatan derajat kesehatan masyarakat," katanya.

 

Koropak.co.id - Jangan Persulit Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat (1)

 

Baca : Dewan Bahas Sistem Kesehatan Daerah

Namun, ucap Imas, Raperda tersebut jangan hanya menjadi regulasi tersurat, tapi pelaksanaannya harus betul-betul optimal, sebab selama ini, beberapa Perda yang dibuat dan disahkan, pada pelaksanaannya belum optimal.

"Jangan hanya jadi Perda, tapi pelaksanaannya harus betul-betul optimal saat Perda tersebut sudah disahkan dengan harapan layanan kesehatan masyarakat dapat lebih baik. Saat ini, masyarakat menunggu ada peningkatan mutu pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit-rumah sakit swasta," tuturnya.

Imas menuturkan saat ini pihaknya sering menerima keluhan dari masyarakat, setiap mau dirawat inap, selalu pulang kembali dengan kekecewaan karena pihak rumah sakit beralasan kamar rawat inap penuh.

"Harusnya pihak rumah sakit dapat memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada masyarakat, terkait kamar rawat inap, maupun obat, harus jelas dikasih tahu keterangannya. Bahkan, pengalaman saya sendiri, sering tidak mendapatkan layanan rawat inap dengan alasan ruangan penuh, padahal kamar rawat inap masih tersedia. Ini seyogianya harus diperbaiki," katanya.*

 

Baca : Dewan Harapkan Mutu Kesehatan Meningkat

 


Berita Terkait