Hoax! Pemegang KTP-el Bebas Memilih TPS

Senin, 15 April 2019 17:37 D. Farhan Kamil Daerah

Hoax! Pemegang KTP-el Bebas Memilih TPS

 

 

Koropak.co.id - Sebaran informasi terkait pemilih pengguna KTP-el yang digeber melalui jejaring sosial antara lain pesan WhatsApp, dibantah keras KPU Kabupaten Tasikmalaya. Isi pesan berantai melalui jejaring sosial itu menyebutkan, jika calon pemilih yang menggunakan KTP-el, boleh secara bebas memilih TPS sesuai yang diinginkan pemilih dengan catatan mampu menunjukkan KTP-el asli.

KPU Kabupaten Tasikmalaya juga menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat termasuk sejumlah penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan dan desa yang menkonfirmasi keabsahan informasi tersebut.

"Kita pun menerima pesan serupa. Bahkan kita menemukan beberapa postingan sejumlah pengguna facebook atau instagram dan twitter dengan tagline 'Tinggal bawa KTP-el sejam terakhir!'. Secara tegas kita nyatakan bahwa info tersebut tidak benar alias hoax," ujar Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Zamzam Zamaludin dalam konferensi pers yang digelar di Gedung KPU Kabupaten Tasikmalaya, Senin (15/4/2019).

 

Baca Tentang Hoax :

- Bawaslu dan KPU Perangi Hoax

- Hoax, Pecah Belah Persatuan Bangsa

- Hindari Posting Berita Hoax di Media Sosial

- Surat Suara Tercoblos di Malaysia Bukan Hoax

Dijelaskan Zamzam, pemilih yang tidak masuk ke dalam DPT, dapat menggunakan hak pilihnya dengan cara menunjukkan KTP-el. Tetapi itu hanya berlaku di TPS yang lokasinya satu RW dengan domisili pemilih. Sedangkan pemilih yang masuk di DPT tetapi tidak menerima C6 (undangan) atau rusak/hilang, pemilih bisa langsung ke TPS dengan menggunakan KTP-el atau Suket (surat keterangan pengganti KTP-el).

"Kita ingatkan, tiap-tiap TPS itu DPT-nya berbeda-beda. Jadi meskipun nama pemilih sudah ada di DPT atau website KPU, pastikan juga nomor TPS dan kelurahannya. Jangan marahi petugas TPS gara-gara tidak boleh masuk TPS, padahal salah alamat," ujarnya.

 

Baca : KPU Kabupaten Tasikmalaya Bentuk Relawan Demokrasi

Bagi pemilih yang memegang A5 (pemilih pindahan), wajib membawa Form A5-nya saat memasuki areal TLS. Meskipun nama pemilih tersebut ada di DPTb (DPT tambahan). "Pemilih tidak bisa masuk TPS tanpa form A5," ucapnya.

Lebih lanjut Zamzam mengatakan, apabila hingga pukul 13.00 WIB, pelaksanaan pemungutan suara belum selesai, maka bagi pemilih yang belum masuk bilik suara tetapi namanya sudah masuk dalam daftar hadir, maka panitia pemungutan suara, harus tetap melayani.

Adapun batas waktu perhitungan suara, ada tambahan 12 jam. "Artinya perhitungan suara ini dilaksanakan hingga jam 12 pada hari Kamis (18/4/2019). "Pada tahap perhitungan ini, surat suara calon presiden/wakil presiden yang akan pertama kali dihitung. Selanjutnya suara DPR-RI, DPD, DPRD provinsi dan terakhir suara DPRD kabupaten," ucapnya.*

 

Baca : Bawaslu Bidik Ribuan TPS Rawan Pelanggaran



Berita Terkait