Walikota Ikuti Proses Penggeledahan Marathon KPK

Rabu, 24 April 2019 21:32 Dede Hadiyana Daerah

Walikota Ikuti Proses Penggeledahan Marathon KPK

 

Koropak.co.id - Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman mengikuti jalannya proses penggeledahan ruang kerjanya oleh belasan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (24/4/2019). Pemeriksaan dan penggeledahan dilakukan secara marathon selama 9 jam, sejak pukul 10.00 hingga 19.25 WIB.

Selain menggeledah Ruang Kerja Walikota, KPK juga melakukan penggeledahan ditempat lain yang diakhiri penyegelan Ruang Direktur RSUD dr Soekardjo, dan Ruang Kepala Dinas PUPR Kota Tasikmalaya.

Sebelum ditetapkan sebagai terduga pemberi gratifikasi dalam kasus pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID) Kota Tasikmalaya yang melibatkan pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo, sang Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman dinilai berhasil memberikan kemajuan bagi Kota Tasikmalaya.

Tangan dinginnya dalam meramu dan meracik program-program strategis telah membawa Kota Tasikmalaya melesat menjadi kota termaju di Priangan Timur. Pembangunan di berbagai lini infrastruktur publik memberikan kepuasan bagi masyarakat sehingga Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya itu kembali dipercaya untuk menjabat Walikota Tasikmalaya di periode kedua tahun 2017-2022.

 

Koropak.co.id - Kinerja Walikota Budi Budiman Berhasil Bawa Kemajuan (2)

 

Baca : Walikota Tasikmalaya Terduga Pemberi Gratifikasi

 

Bahkan, tercatat pertama kali dalam sejarah Kota Tasikmalaya, Walikota Budi memecahkan mitos tidak ada Walikota Tasikmalaya yang berhasil menjabat dua periode sejak Pemerintah Kota Tasikmalaya berdiri tahun 2001.

Di awal pemerintahannya bersama H. Dede Sudrajat, Walikota Budi fokus dalam pembangunan infrastruktur, maka tak heran jika setiap sikut jalan di Kota Tasikmalaya mulus sampai ke wilayah perkampungan.

Di periode kedua, Walikota Budi bersama Wakil, Drs. H. M. Yusuf berhasil menyulap status Lapangan Udara Wiriadinata menjadi bandara komersil yang dinilai dapat memacu pertumbuhan perekonomian dan iklim investasi di Kota Tasikmalaya.

Tidak hanya itu, kinerja all outnya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya telah berhasil menekan laju inflasi Kota Tasikmalaya, bahkan menjadi penurunan inflasi terbesar di Jawa Barat. Salah satu upaya yang dilakukannya, dengan menggelorakan pemberdayaan ekonomi dan peningkatan daya saing serta daya beli masyarakat melalui program pencetakan 5.000 Wirausaha Baru (WUB) Kota Tasikmalaya yang dituangkan Walikota Budi dalam visi misi Kota Tasikmalaya 2017-2022.

 

Baca : Wow, KPK Geledah Ruang Walikota Tasikmalaya

 

Hal itu pula menjadi sumbangsih Walikota Budi dalam mewujudkan target Kota Tasikmalaya sebagai kota industri dan perdagangan termaju di Jawa Barat tahun 2025 mendatang. Di bawah komandonya pula, Walikota Budi berhasil mewujudkan impian terbangunnya akses penghubung Kecamatan Mangkubumi dan Indihiang yang tembus langsung ke Terminal Tipe A Kota Tasikmalaya yang mandeg sejak era Walikota Bubun Bunyamin tahun 2007 hingga era Walikota Syarif Hidayat tahun 2012.

Selain Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin), Walikota Budi juga sukses mewujudkan pembangunan Jalan Lingkar Utara, yang tembus dari Taman Wisata Karang Resik menuju Bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya, yang dinilai menjadi pengurai kemacetan di titik pusat Kota Tasikmalaya.

Hanya disayangkan, dari megaproyek itulah, nama sang Walikota dikaitkan dalam kasus yang menjerat Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan yang saat ini telah divonis 6 tahun 6 bulan penjara, Yaya Purnomo.*

 

 

Baca : KPK Lanjutkan Penggeledahan ke Dinas PUPR