Tingkatkan Siaga Bencana Melalui Simulasi

Jum'at, 26 April 2019 17:05 Dede Hadiyana Daerah

Tingkatkan Siaga Bencana Melalui Simulasi


Koropak.co.id - Berdasarkan indeks resiko bencana Indonesia yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kota Tasikmalaya menempati ranking ke 24 se-Jawa Barat termasuk dalam kategori resiko sedang dengan skor 119.

Memang jika melihat statistik tersebut, Kota Tasikmalaya terbilang aman dari bencana. Akan tetapi, soal bencana bisa datang kapan saja, sehingga masyarakat harus tetap siapsiaga dan waspada.

Hal tersebut dikatakan Wakil Walikota Tasikmalaya Drs. H. Muhammad Yusuf usai kegiatan simulasi penanganan bencana dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 tingkat Kota Tasikmalaya yang digelar di Balekota Tasikmalaya, Jumat (26/4/2019).

 

Koropak.co.id - Tingkatkan Siaga Bencana Melalui Simulasi  (3)

 

"Sesuai laporan yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, kejadian bencana alam yang terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya cenderung meningkat setiap tahunnya. Hal ini memperlihatkan bahwa kejadian bencana alam tidak bisa diprediksi, namun yang dapat dilakukan hanya meminimalisir faktor-faktor dari bencana tersebut dengan cara peningkatan kapasitas dan mengurangi resiko bencana," ujarnya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya ingin memperlihatkan kepada masyarakat agar mereka lebih tahu tentang kebencanaan, sehingga simulasi ini diharapkan dapat mengajak partisipasi masyarakat terhadap hal-hal yang terkait dengan kebencanaan.

"Masyarakat juga harus mengetahui cara menyelamatkan diri ketika dalam keadaan bencana alam seperti gempa, tanah longsor, gunung meletus dan lainnya. Meskipun kegiatan ini masih bersifat simulasi, namun dalam kenyataanya belum tentu seperti ini bisa saja lebih ringan atau berat," katanya.

 

Koropak.co.id - Tingkatkan Siaga Bencana Melalui Simulasi  (2)

 

Baca : Pemkot Tasikmalaya Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana

 

Wakil Walikota pun berharap, agar mereka terus berlatih sehingga bisa menyelamatkan nyawa-nyawa manusia jika betul-betul terjadi bencana. Simulasi ini menjadi antisipasi kesiapsiagaan baik petugas maupun masyarakat itu sendiri.

"Saya sarankan, gedung-gedung pemerintah dan lainnya membuat jalur-jalur evakuasi, ketika mereka sudah ada maka akan mudah mengetahui kemana harus menyelamatkan diri. Saya bangga dengan aksi simulasi ini, mudah-mudahan para relawan yang tergerak dalam kegiatan ini menjadi suatu keikhlasan agar dapat menolong orang itu tanpa adanya beban dalam menyelamatkan nyawa orang," ucapnya.* [dks]

 

Baca : Usai Digeledah KPK, Balekota Diguncang Gempa