Jembatan Cisinga Jangan Nambah Masalah

Kamis, 02 Mei 2019 22:42 D. Farhan Kamil Daerah

Jembatan Cisinga Jangan Nambah Masalah

 

Koropak.co.id - Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya, Dr.H. Iwan Saputra, M.Si mengatakan, dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan jalan dan jembatan Cisinga kemudian muncul penetapan status tersangka oleh pihak Kejaksaan Tinggi Jabar terhadap tiga ASN di Pemkab Tasikmalaya, itu akibat ditemukanya kecurangan atau fraud.

Ia memastikan kasus Cisinga tersebut muncul bukan karena kesalahan dari perencanaan awal. Dengan kata lain, perencanaanya sudah benar. Kasus ini justru akibat adanya unsur perbuatan melawan hukum yang diawali dengan sub kontrak di bawah tangan, kemudian adanya markup atau realisasi anggaran yang spesifikasi teknisnya, menurut pihak penyidik, tidak sesuai dengan apa yang dikontraktualkan.

"Perencanaannya sudah benar. Namun di tataran pelaksanaannya yang beda selisih alias tidak sesuai spek," kata Iwan, Kamis (2/5/2019).

 

Baca : Pastikan Proyek Cisinga Tidak Mangkrak

 

Eksisting fisik jembatan hari ini tambah dia, berdasarkan pemeriksaan aparat penegak hukum, tidak sesuai aspek yang disarankan.

"Sebelum kasus ini menjadi rumit, saya sudah mewanti-wanti dan menyarankan kepada pihak pelaksana teknis pembangunan jembatan, untuk berani dilakukan uji laboratorium terhadap titik-titik yang diindikasikan menyalahi spek. Pertanyaannya adalah kenapa saat itu pelaksana teknis tidak ada keberanian melakukan uji lab melalui laboratorium independen, jika merasa apa yang dikerjakannya sesuai aturan dan ketentuan? sedangkan aparat menemukan indikasi pelanggaran," kata Iwan.

 

Baca : Mantan Kadis PUPR Diperiksa Kejati Jabar

Baca : Usut Tuntas Kasus Proyek Cisinga

 

Ditambahkan, agar jembatan tersebut berfungsi dan sesuai dengan standar keamanan, maka ada beberapa elemen yang harus diganti.

"Karena telah terjadi ketidaksesuaian pengerjaan di lapangan, maka elastomer jembatan rusak. Dan kondisi ini telah dibuktikan secara langsung saat kami melakukan pemeriksaan," ujarnya.

Dalam hal ini, pemerintah harus hadir dan segera merumuskan langkah strategis bagaimana agar dapat segera mengganti elastomer tersebut.

"Langkahnya adalah dilakukan pelelangan kembali dan jangan mengambil risiko lebih buruk. Hal ini sudah kami sampaikan ke dinas terkait. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan di anggaran perubahan tahun ini," ucapnya.*

 

Baca : Bupati Yakin 3 ASN Tersangka Korupsi Akan Kooperatif