MUI Hembuskan Kedamaian Di Bulan Ramadan

Sabtu, 04 Mei 2019 15:55 D. Farhan Kamil Ramadan

MUI Hembuskan Kedamaian Di Bulan Ramadan

 

Koropak.co.id - Memasuki bulan Ramadan 1440 H/2019 yang diperkirakan jatuh pada hari Senin (6/5/2019), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya menghimbau agar masyarakat mengikuti keputusan resmi Pemerintah melalui Kemenag RI, dalam menentukan awal dan akhir puasa (Shaum) Ramadan.

Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya, KH. Ii Abdul Basith Wahab mengatakan, Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam yang sejatinya disambut dengan suka cita. Dengan kesucian lahir dan bathin, kebeningan hati, kebersihan akal dan fikiran, jiwa dan juga lingkungan.

"Mari kita ciptakan suasana khusuk dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Dengan menjaga lisan, tulisan, sikap dan tindakan dari ekspresi kebencian dan permusuhan, seperti sumpah serapah, mengolok olok, menghina, meneleti kesalahan orang lain serta menggunjing. Termasuk untuk tidak menyerap dan menyebar isu busuk atau fitnah," kata KH. Ii Abdul Basith, Sabtu (4/5/2019).

MUI juga tambah dia, mengajak khusus bagi umat Islam, agar tidak memprovokasi atau terprovokasi dengan berita yang belum dipastikan kebenarannya. "Mari kita sama sama menghindari segala bentuk permusuhan dengan sesama muslim tanpa meninggalkan amar ma'ruf dan nahyul munkar dengan bijaksana serta nasihat yang santun," ujarnya.

 

Baca : Panglima  TNI dan Kapolri Safari Ramadan Ke Kota Tasiikmalaya

 

Sementara itu, Sekretaris MUI Kabupaten Tasikmalaya, Dr. KH. E. Zainal Abidin mengatakan, sesuai Himbauan MUI Kabupaten Tasikmalaya nomor 52/MUI - TSM/IV/2019, meminta kepada seluruh pemilik restoran/rumah makan untuk tidak membuka bisnisnya, kecuali pada sore hari hingga waktu sahur.

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah dan aparat yang berwenang, agar lebih proaktif dan mengantisipasi maraknya bentuk-bentuk kejahatan terutama di tempat-tempat keramaian.

"Pemerintah dan aparat berwenang agar lebih meningkatkan pelayanan dan pengayoman terhadap masyarakat yang meningkatkan intensitas ibadahnya di bulan Ramadan, sehingga mereka merasa lebih nyaman," tuturnya.

Ditambahkan, segala bentuk perilaku masyarakat yang dapat menodai kesucian bulan Ramadan, agar seger ditindak dan ditertibkan.*

 

Baca : Stop Provokasi Kebohongan dan Kecurangan