Kampanye di Sekolah, AZN Divonis 4 Bulan Penjara

Rabu, 08 Mei 2019 18:09 Ahmad Mukhlis Daerah

Kampanye di Sekolah, AZN Divonis 4 Bulan Penjara


Koropak.co.id - Calon Legislatif Dapil I Kabupaten Ciamis dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), AZN divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Ciamis, Rabu (8/5/2019).

Vonis tersebut dijatuhkan hakim karena terbukti caleg AZN melakukan kampanye di salah satu sekolah di Pawindan, Kecamatan Ciamis. Sebagaimana diketahui, sekolah merupakan salah satu tempat terlarang untuk kampanye.

AZN divonis bersalah dalam sidang putusan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ciamis, David Panggabean, SH.

AZN dijatuhi hukuman 4 bulan penjara dengan denda 10 juta rupiah subsider 2 bulan kurungan penjara. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa dengan vonis 6 bulan penjara.

“Terdakwa melanggar pasal 251 Jo 280 ayat 1 huruf H UU no 7 tahun 2017 melakukan kampanye di tempat yang dilarang yaitu di lembaga pendidikan dan tuntutan majelis hakim 4 bulan kurungan penjara denda 10 juta dan subsider 2 bulan kurungan penjara,” ujar Yuliarti, SH Jaksa Penuntut Umum saat dijumpai Koropak di Kantor Pengadilan Negeri Ciamis, Rabu (8/5/2019).

Yuliarti mengatakan, keputusan ini akan dibawa ke Rapat Pleno Sentra Gakumdu, untuk menimbang kembali, apakah Jaksa sebagai penuntut umum akan menerima putusan atau melakukan upaya hukum banding.

“Kita pikir-pikir dulu, apakah menerima putusan atau upaya banding, nanti kita plenokan dulu di Sentra Gakumdu karena sudah terbukti dakwaan tunggal, terlebih tuntutan awal kami 6 bulan penjara dengan denda 10 juta rupiah, tapi vonisnya hanya 4 bulan penjara,” tuturnya.

 

 

Koropak.co.id - Kampanye di Sekolah, AZN Divonis 4 Bulan Penjara (2)

 

Baca : Kinerja Bawaslu Ciamis Meragukan, AMS Unjuk Rasa

 

Sementara Didi Sukardi SE, orangtua terdakwa menganggap keputusan hakim tidak adil dan baru ada dalam sejarah Kabupaten Ciamis. “Pengalaman yang kita ketahui seperti contoh kasus money politics pada saat Pilkada di Kabupaten Ciamis itu hukumannya percobaan, sedangkan ini yang menurut kita kasusnya bisa debatable. Padahal tempat yang dipakai kampanye itu, menurut keterangan pemilik yayasan sejak tahun 2011 adalah Posyandu,” ujar politisi PKS yang terpilih kembali menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat 2019.

Menurut Didi, sejak awal, mereka yang menentukan tempat kampanye putranya adalah para kader Posyandu. Mereka kerap mengadakan kegiatan Posyandu di tempat tersebut. Karena itu AZN tidak merasa melakukan pelanggaran ketika melakukan kampanye tersebut.

Didi juga menilai Bawaslu Kabupaten Ciamis sangat aneh, karena dalam sejarah Pileg 2019 hanya satu temuan yang menyangkut anaknya yang kemudian dilanjutkan sampai proses pengadilan.

“Bawaslu tidak menemukan kasus-kasus lain yang sepengetahuan saya tentang money politic, banyak tersebar di mana-mana, namun kenapa Bawaslu hanya memroses kasus anak saya?," ujar Didi.

Menurut Didi, ada tendensi tertentu ketika anaknya menjadi sasaran. Padahal AZN dinilai masih muda dan polos.

“Dalam pembelaannya, anak saya mengatakan bahwa dia tidak ingin mencederai demokrasi. Karena itu ia justru tampil sebagai anak muda, menjadi calon anggota DPRD Kabupaten Ciamis pun untuk membawa misi anak muda,” katanya.*

 

Baca pula : AMS Gelar Sayembara Pengawasan Pelanggaran Pemilu

 


Berita Terkait