AMS Siap Kawal Kasus Kampanye AZN

Sabtu, 11 Mei 2019 13:50 Ahmad Mukhlis Daerah

AMS Siap Kawal Kasus Kampanye AZN


Koropak.co.id - Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Pusat, Drs. Noery Ispandji Firman akan terus mengawal kasus anak Ketua Distrik AMS Ciamis Didi Sukardi, yakni Azmi Zaidan yang divonis 4 bulan penjara karena kampanye di lembaga Posyandu yang digunakan untuk kelompok belajar. Vonis tersebut, kata Noery, tidak memenuhi rasa keadilan jika dikaitkan dengan banyaknya kasus money politics yang tidak terdeteksi oleh Bawaslu.

"Saya sedang berusaha menjaga kondusifitas Jawa Barat dari dampak pemilu tapi di Ciamis ada vonis caleg yang justru memancing suasana Jawa Barat tidak kondusif. Bawaslu Ciamis tidak mempertimbangkan aspek sosial politik sehingga hanya aspek yuridis saja yang dijadikan dasarnya," ujar Noery saat dikonfirmasi Koropak, Sabtu (11/5/2019).

Menurut Noery, usai pemilu seharusnya semua pihak membangun kembali rekonsiliasi bukan malah membikin keresahan di masyarakat. Akan sulit merekat kembali persaudaraan jika sudah ada yang terluka karena pemilu.

"Kita ingin Jawa Barat kembali utuh dan bersatu meski kemarin berbeda pilihan. Biarlah para politisi ribut di Jakarta, tapi Jawa Barat tidak perlu terpengaruh. Hanya, akan sulit harmonis jika di Jawa Barat ini ada penyelenggara pemilu yang menebar luka atas sikapnya yang tidak bijak," ujar Noery.

Menurut Noery, jika Bawaslu Ciamis mau dihargai masyarakat, maka bertindaklah seadil-adilnya, jangan tebang pilih di antara banyak kasus yang ditangani Bawaslu Ciamis.

"Ada ratusan pelanggaran yang terjadi, tapi kenapa hanya kasus Azmi saja yang ditumbalkan. Kasus lainnya mana tidak ada yang disidangkan hingga vonis terakhir. Tolong pertimbangkan kondisi psikologis akibat pemilu," katanya.

 

Baca : Kampanye di Sekolah, AZN Divonis 4 Bulan Penjara

Di luar daerah, ucap Noery, banyak pelanggaran pemilu yang berakhir dengan hukuman percobaan bukan pidana kurungan. Di Ciamis justru Bawaslu meledakkan kasus dengan memenjarakan caleg Azmi.

"Saya prihatin, ini bukan kasus maling tapi memperlakukan Azmi seperti kasus kejahatan lain. Saya yakin masih banyak kasus seharusnya diselesaikan Bawaslu tapi dibiarkan menguap begitu saja, " ujar Noery.

Noery menduga di balik kasus Azmi ini ada oknum di belakang Bawaslu yang bermain. Sebab, masalah aslinya bisa dimusyawarahkan, tapi jika di Bawaslu ada yang bermain kasus, jelas sulit bermusyawarah.

"Oknum pemain itu yang harus kita habisi. Kalau Bawaslu tidak mampu mengatasi oknum tersebut, maka akan terjadi letupan dan melukai banyak orang. Muaranya masyarakat akan mendelegitimasi Bawaslu, mereka sudah tidak pantas lagi menjadi komisioner Bawaslu. Sebaiknya mundur saja kalau tidak cakap memimpin Bawaslu Ciamis," ucap Noery.

 

Baca : Kinerja Bawaslu Ciamis Meragukan AMS Unjuk Rasa

Menurut Noery, AMS se-Priangan Timur siap turun gunung menurunkan oknum Bawaslu yang merangkap jadi pemain kasus. Ini seharusnya tidak perlu terjadi jika Bawaslu bijak dan mau berunding. Semua menjadi repot dan resah karena kasus Azmi ini menjadi polemik.

"Saya juga ikut repot, sejak awal saya datang ke semua daerah untuk meredam konflik akibat pemilu. Tapi dengan kasus Azmi ini saya sulit merajut kembali mereka. Terus terang saja, 80 persen anggota AMS adalah pendukung pilpres pasangan 01," kata Noery.

Terpisah, Ketua Bawaslu Ciamis, Uce Kurniawan mengatakan pihaknya sudah bertindak netral sejak awal. Tidak ada kubu-kubuan atau pemihakan kepada salah satu peserta pemilu. Semua laporan pelanggaran pemilu juga diselesaikan dengan pertimbangan banyak hal.

"Saya kira Bawaslu dan sentra Gakumdu sudah memenuhi aspek yang diperlukan untuk menyelesaikan perkara di jalur hukum. Bawaslu tidak bekerja sendirian tapi kolektif kolegial, " ujar Uce.*

 

Baca : AMS Gelar Sayembara Pengawasan Pelanggaran Pemilu

 


Berita Terkait