Kota Tasikmalaya Butuh Tenaga Ahli Jantung

Selasa, 14 Mei 2019 18:38 Clara Aditia Parlemen

Kota Tasikmalaya Butuh Tenaga Ahli Jantung

 

Koropak.co.id - Ketua Panitia Khusus Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Tasikmalaya tahun 2018, H. Dayat Mustofa menuturkan dalam rekomendasi yang disampaikan DPRD Kota Tasikmalaya atas LKPJ Walikota Tasikmalaya tahun anggaran, masih banyak catatan yang seyogianya dapat segera diatasi dan jadi fokus garapan ke depan.

"Catatan rekomendasi yang kami sampaikan merupakan evaluasi kami atas kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam menyusun rekomendasi tersebut, kami meninjau langsung ke masing-masing OPD di lingkup Pemerintah Kota Tasikmalaya," kata H. Dayat saat dijumpai Koropak selepas Rapat Paripurna Istimewa Penyampaian LKPJ Walikota Tasikmalaya yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (14/5/2019).

Dari hasil pembahasaan, kata H. Dayat, banyak hal yang perlu dikomunikasikan berkaitan dengan tugas pemrintahan wajib dan pelayanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan daya beli masyarakat.

"Termasuk dalam bidang kesehatan. Masih banyak catatan yang harus segera ditindaklanjuti. Seperti halnya layanan BPJS di RSUD, masyarakat dibingungkan dengan jenjang pelayanan kesehatan karena dari tipe A langsung ke tipe C," ucapnya.

 

Baca : Urusan Kesehatan, Masalah Klasik di Kota Tasikmalaya

Selain itu, ujar H. Dayat, RSUD juga kini memiliki banyak peralatan medis canggih, termasuk pemecah batu ginjal dan pemasangan ring jantung. Sayangnya, alat-alat tersebut belum dapat dioptimalkan seiring dengan kurangnya tenaga yang ahli.

"Apalagi untuk alat pemasanagan ring jantung. Dokternya kan harus benar-benar dokter yang ahli, karena jika sembarangan, ada kesalahan sedikit bisa berakibat fatal, bahkan bisa menyebabkan meninggal. Jadi harus betul-betul yang ahli. Di sinilah kita merasa kesulitan," tuturnya.

Dari bidang pendidikan, lanjut H. Dayat, catatan dewan masih terfokus pada kekurangan tenaga pengajar. Terlebih para pengajar saat ini dibebani pelaksanaan ketatausahaan, yang seharusnya para pengajar fokus pada kegiatan belajar mengajar.

"Jadi kita rekomendasikan agar tiap sekolah harus memiliki tenaga tata usaha, agar tidak mengganggu fokus tenaga pengajar dalam memberikan pengajaran. Hal lainnya, masalah kekurangan guru agama yang sampai saat ini masih jadi sorotan kami di dewan," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Kota Tasikmalaya Butuh Tenaga Ahli Jantung 2

 

Baca : Dewan Harapkan Pemberdayaan Industri Kreatif Ditingkatkan

 

Di bidang ekonomi, ucap H. Dayat, catatan merujuk pada upaya meningkatkan daya beli masyarakat yang efek dominonya berkenaan dengan unsur lainnya, salah satunya pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran.

"Memang pengangguran itu merupakan hal yang tidak bisa dibendung. Bahkan bukan hanya pengangguran yang pendidikannya rendah, masih terdapat sarjana-sarjana yang menganggur," katanya.

Hal itu, kata H. Dayat, akibat ketidakseimbangan antara pertumbuhan jumlah lulusan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Namun terlepas dari itu semua, sejauh ini catatan penurunan jumlah pengangguran di Kota Tasikmalaya sudah cukup bagus.

Adapun kewajiban Walikota Tasikmalaya dalam menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintah termaktub dalam UU No. 23/2014, dan PP No. 13/2009, bahwa kepala daerah harus menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan, dan LKPJ harus disampaikan kepada DPRD untuk dibahas dan dilahirkan rekomendasi sebagai catatan strategis untuk perbaikan arah pembangunan ke depan.*

 

Baca : Banyak Hal Positif Dari Capaian Kota Tasikmalaya