Pangdam Imbau Masyarakat Bersatu Pasca Pemilu

Kamis, 16 Mei 2019 00:51 Dedi Sofwan Ramadan

Pangdam Imbau Masyarakat Bersatu Pasca Pemilu

 

Koropak.co.id - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono bersilaturahmi dan bertatap muka pada Safari Ramadan dengan Prajurit TNI, PNS serta Persatuan Istri Tentara (Persit) di jajaran Korem 062/Tarumanegara Garut, Rabu (15/5/2019).

Rombongan Pangdam III/Siliwangi disambut langsung oleh Danrem 062/Tarumanegara Kolonel Inf. Parwito bersama Staf.

Dalam sambutannya, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mengajak para hadirin untuk lebih mengakrabkan hubungan kekeluargaan, baik antara pimpinan, satuan maupun dengan unsur pemerintah daerah.

"Ramadan merupakan salah satu sarana untuk menjalin silaturahmi dan koordinasi dalam pelaksanaan tugas," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi mengajak untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

"Ibadah puasa sesungguhnya dapat menjadi media bagi kita dalam meningkatkan kedisiplinan, soliditas dan solidaritas, tanggung jawab serta etos kerja yang didedikasikan guna mewujudkan kinerja satuan," katanya.

 

Koropak.co.id - Pangdam Imbau Masyarakat Bersatu Pasca Pemilu (2)

 

Baca : Delrasi Damai Pasca Pemilu Warna Bula Puasa

 

Melalui ibadah puasa, ucap Pangdam, juga dapat menumbuhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

"Prajurit TNI dan PNS serta Persit jajaran Korem 062/Tarumanegara harus menjadi contoh dalam berperilaku hidup sederhana di masyarakat. Jauhkan dari sikap boros dan berpoya-poya serta berprilaku yang mengbambur-hamburkan untuk kepentingan yang yang tidak manfaat," ucap Pangdam.

Pangdam juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada prajurit dan segenap pihak yang telah berjuang dalam pengamanan Pemilu, sehingga pada pelaksanaannya, Pemilu di wilayah Garut dapat berjalan aman, lancar dan damai, perbedaan pilihan politik harus disikapi secara dewasa tanpa saling menjelekan, memfitnah, menyebarkan hoax, bahkan ujaran kebencian.

"Jadikanlah perbedaan aspirasi politik sebagai rahmat untuk saling menghormati dan memuliakan agar persaudaraan kebangsaan tetap terpelihara," ucap Pangdam.*

 

Baca : Bias Kontestasi Politik Harus Sudah Lenyap