Masyarakat Diimbau Dalami Ilmu Pertebal Aqidah

Jum'at, 24 Mei 2019 14:17 D. Farhan Kamil Daerah

Masyarakat Diimbau Dalami Ilmu Pertebal Aqidah

 

Koropak.co.id - Tak dapat dimungkiri, gejolak pasca Pemilu April 2019 lalu, telah merasuk dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat secara luas. Mengoyak kerukunan dan keutuhan tali persaudaraan seagama, sebangsa maupun setanah air.

Menyikapi situasi akhir-akhir ini di masyarakat, Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya KH. Ii Abdul Basith Wahab mengatakan, selaku orang yang beriman, maka sejatinya harus menghadirkan Allah SWT di dalam hidup dan kehidupan setiap pribadi.

"Ketika Allah SWT dihadirkan dalam kehidupan ini, niscaya kita akan patuh dan mampu menjalankankan setiap perintah atau meninggalkan larangan-Nya dan menerima segala keputusan-Nya baik manis ataupun pahit. Kita harus mengimani bahwa keputusan Allah SWT adalah mutlak dan tidak akan bisa dihentikan oleh ambisi serta kebencian kita," tuturnya, Jumat (24/5/2019).

Menurutnya, seorang mukmin telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama mukmin, sesama anak bangsa, antar suku dan dengan seluruh manusia. Seorang mukmin juga diperintahkan untuk menyebar kedamaian di dunia ini, dan dilarang menyebar kebencian serta permusuhan.

"Kitapun dilarang keras oleh-Nya melanggar komitmen yang telah kita buat dengan siapa pun dan dilarang pula membuat kekacauan (fawdaa/chaos) di dunia ini," ujarnya.

 

Baca : Ricuh, Aksi Damai 22 Mei Berakhir Bentrok

Maka, tambah KH. Ii, luka yang mungkin masih menggores di hati masing-masing pasca pemilihan umum 17 Mei lalu, dirinya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk kembali kepada-NYA, dengan segenap kehinaan diri di hadapan-Nya.

"Memohon ampunan-Nya dari segala kekerdilan dan kenaifan kita sebagai makhluk yang penuh dengan keterbatasan," ucapnya.

Ia pun menghimbau agar semua pihak mampu membangun kebersamaan dan keharmonisan di antara kita dengan pondasi ketakwaan. Melaksanakan semua kesepakatan yang telah menjadi komitmen bersama. "Ingat, Kita haram melanggarnya," ujarnya.

Terakhir, ia meminta kepada masyarakat agar menghindari segala langkah yang bisa dikategorikan ifsad (membuat keonaran atau kekacauan) di muka bumi ini.*

 

Baca : Massa Aksi Damai Masih Memadati Lokasi Aksi