Polres Banjar Bentuk Tim Penolong Terpadu

Kamis, 30 Mei 2019 18:58 Ahmad Mukhlis Daerah

Polres Banjar Bentuk Tim Penolong Terpadu


Koropak.co.id - Untuk menghadapi mudik dan balik lebaran 2019, Polres Banjar menyatakan siap dalam mengoptimalkan pelayanan. Untuk mencapainya, dibentuk tim yang diterjunkan untuk menghadapi berbagai kendala di lapangan, di antaranya tim penolong terpadu dalam menangani kecelakaan dan kemacetan selama arus mudik Lebaran 2019.

Upaya tersebut diimplementasikan dengan menyiagakan mekanik atas kerjasama Polisi dengan komunitas motor dan mobil di Kota Banjar, yang nantinya akan mengatasi kemacetan yang disebabkan adanya kendaraan mogok.

"Tim mekanik kami bekerjasama dengan komunitas sepeda motor dan mobil," ujar Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, saat Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2019, di halaman Mapolres Banjar, Selasa sore, (28/6/2019).

Tim mekanik, kata Kapolres, akan disebar di sejumlah titik yang dianggap rawan macet. Tim juga akan siaga di enam pos pelayanan yang dibentuk Polres Banjar. Selain tim mekanik, ada pula tim penolong lainnya yang siaga membantu pemudik jika ada yang sakit selama di perjalanan.

 

Koropak.co.id - Polres Banjar Bentuk Tim Penolong Terpadu (2)

 

Baca : Ciptakan Kondusifitas Kamtibmas Menjelang Lebaran

Kapolres Yulian, mengatakan, untuk pengamanan mudik operasi ketupat lodaya 2019 ini menerjunkan 600 personel, terdiri dari 360 anggota Polres Banjar dan sisanya dari lintas sektoral, TNI, Dishub, Satpol PP, PMI, Dinas Kesehatan dan Pramuka. Terkait arus mudik yang akan melintasi Kota Banjar, Kapolres memprediksi tidak akan signifikan dibanding dengan mudik di tahun 2018 lalu.

Seiring dengan semakin baiknya infrastruktur tol di wilayah utara. Meski rentang jalur selatan yang melintasi wilayah Banjar tergolong pendek hanya 12 kilometer. Namun Polres Banjar siap secara maksimal mengawal para pemudik yang menuju wilayah Jawa Tengah, karena Kota Banjar merupakan daerah paling ujung Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah.

Usai gelar pasukan, Polres Banjar juga melakukan razia. Hasilnya, 70 knalpot bising hasil sitaan Satuan Lalu Lintas Polres Banjar, dimusnahkan dengan cara digilas dengan alat berat oleh Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih di halaman Mapolres. Kegiatan itu disaksikan pula Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana beserta jajaran Forkopimda Kota Banjar lainnya.

 

Baca : Polres Tasikmalaya Siapkan Tim Khusus Antisipasi Teror

Kasatlantas Polres Banjar, AKP. Dasang Supriadi, usai kegiatan mengatakan, knalpot bising tersebut merupakan hasil razia selama bulan Ramadan tahun ini.

"Kita rutin razia pagi hingga sore hari. Saat razia, petugas ada yang meminta pengendara mencopot langsung knalpot bisingnya dan diganti knalpot standar, dilokasi razia. Selain itu ada pula sepeda motor yang dibawa ke Mapolres. Pemilik kami tilang dan diwajibkan mengganti dengan knalpot standar," tegasnya.

Menurut Dadang, hampir 90 persen pemilik knalpot bising yang dirazia adalah pelajar. Oleh karenanya, dia mengimbau anak sekolah untuk memakai knalpot sesuai standar. Pakai knalpot yang sesuai ketentuan Undang-undang.

"Pemakaian knalpot bising sangat mengganggu kenyamanan pengendara lain dan masyarakat yang rumahnya dilintasi sepeda motor berknalpot bising," ujar Dadang.*

 

Baca pula : BNN Ciamis Tes Urine Sopir Angkutan Lebaran

 


Berita Terkait