Sudahi Konflik Pemilu, Saatnya Kembali Bersatu

Jum'at, 31 Mei 2019 21:17 Dede Hadiyana Nasional

Sudahi Konflik Pemilu, Saatnya Kembali Bersatu

 

Koropak.co.id - Persatuan dan kesatuan bangsa adalah syarat mutlak untuk menjaga kesinambungan pembangunan. Indonesia yang terdiri dari banyak suku dan agama harus dikelola dengan baik, adil dan bijaksana agar tidak ada pihak manapun yang merasa diperlakukan tidak adil. Terlebih pasca pesta demokrasi ini, aura kebencian nampaknya masih ada.

Menyikapi hal tersebut, Pembina PDK Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) Jawa Barat, Dede Farhan Aulawi menuturkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dapat dituangkan melalui kejujuran, kesabaran dan berbesar hati untuk saling memaafkan.

Hal itu disampaikan Dede saat dijumpai Koropak, di Kota Bandung, Jumat (31/5/2019).

"Semua elemen bangsa diimbau untuk bisa menahan diri agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selalu kondusif. Terlebih saat ini menjelang Hari Raya Idulfitri, hari di mana kita harus saling memaafkan. Jangan lagi saling menghujat atau memfitnah karena bisa menjurus pada perpecahan," katanya.

Oleh karena itu, kata Dede, diharap dapat saling mengedepankan kejujuran agar tidak menyebarkan berita bohong. Jikapun ada pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong, maka sama saja sedang menyemai perpecahan. Mengkhianati cita-cita luhur para pendiri bangsa.

 

Koropak.co.id - Sudahi Konflik Pemilu, Saatnya Kembali Bersatu (1)

 

Baca : Batasi Akses Cegah Ledakan Berita Aksi 22 Mei


Dede juga meminta agar semua warga bisa bersabar, minimal bisa menahan diri dari berbagai berita yang memicu kontroversi di media sosial.

"Medsos itu bagai pedang bermata dua, bisa dipakai untuk merekatkan persatuan. Bisa juga sebagai alat untuk memecah belah persatuan. Oleh karena itu, kita harus arif dan bijaksana dalam menanggapi banyaknya berita di medsos dengan menelusuri dulu kebenarannya," ucap Dede.

Dede berharap agar semua pihak bisa berbesar hati untuk bisa saling memaafkan kesalahan teman dan saudara sendiri.

"Indonesia saat ini tidak sedang berhadapan dengan musuh, melainkan dengan saudara sendiri, yang disayangkan memiliki sedikit perbedaan cara pandang dengan kita. Oleh sebab itu, mari kita bergandengan tangan kembali dalam menata masa depan bangsa yang lebih baik. Tahan ucapan dan tahan jari kita untuk tidak mengetik atau melontarkan sesuatu yang bisa memanaskan suasana. Sudah banyak api yang menyala, maka jadilah kita api pemadam untuk mendinginkan suasana," tutur Dede.*

 

Baca : Ricuh Aksi Damai 22 Mei Berakhir Bentrok

 

 


Berita Terkait