Bupati Tasikmalaya, Angka Kemiskinan Masih Tinggi

Minggu, 09 Juni 2019 08:00 D. Farhan Kamil Daerah

Bupati Tasikmalaya, Angka Kemiskinan Masih Tinggi

 

Koropak.co.id - Tantangan cukup berat dalam iklim kehidupan hari ini adalah, bagaimana menyatukan jiwa setiap pribadi rakyat Kabupaten Tasikmalaya untuk berkarya dan membangun dirinya sendiri untuk merubah nasib lebih baik dan positif, bagi keluarga dan lingkungannya. Lebih luas lagi membangun masyarakat Kabupaten Tasikmalaya lebih maju dan sejahtera.

Semangat masyarakat untuk berdikari sangatlah penting. Masyarakat yang tidak sekedar menunggu untuk diberi tetapi ia memiliki tekad membangun bangsanya sendiri. Masyarakat yang masih menyimpan harapan baik dengan berani melangkah dan berbuat menciptakan perubahan-perubahan sekecil apapun. Masyarkat yang tidak hanya bisa mengkritik dan mencibir serta menjatuhkan antara satu dengan yang lainnya tetapi ia tidak pandai memberi solusi dan berbuat manfaat.

"Hari ini, kita masih dihadapkan dengan beragam permasalahan besar. Tentang kemiskinan, tentang lama pendidikan bagi anak dan tentang kesehatan, infrastruktur jalan rusak serta permasalahan lainnya. Saya sebagai bupati yang resmi sejak 4 bulan lalu, tentulah manusia biasa yang tidak bisa berdiri sendiri kecuali ada sokongan atau dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan perubahan lebih baik ke depan," tutur Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, saat menghadiri acara halalbihalal bersama warga Tasikmalata Utara di Alun-alun Ciawi, Jumat (7/6/2019) sore.

 

Koropak.co.id - Bupati Tasikmalaya, Angka Kemiskinan Masih Tinggi (2)


Baca : Bupati Tasikmalaya Berikan Kaki dan Tangan


Ia menyebutkan tentang masih tingginya angka kemiskinan meskipun ada penurunan jumlah dibandingkan tahun tahun sebelumnya yang mencapai 89.760 jiwa dari sekitar 1,9 juta jiwa penduduk Kabupaten Tasikmalaya hari ini.

Ade juga mengutarakan tentang rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tasikmalaya di angka 139 milyar per tahun, di antara kerusakan infrastruktur jalan yang masih besar hingga 33 persen dari 1.330 kilometer panjang jalan Kabupaten. Belum lagi dengan permasalahan rata-rata lama sekolah anak hari ini baru bisa duduk di bangku kelas dua SMP dan tidak tamat.

"Permasalahan kesehatan masyarakat tentang ODF, bayi stunting, angka kelahiran bayi dan angka kematian ibu melahirkan masih terus menjadi bidikan pemerintah hari ini. Maka saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama melangkah membangun Kabupaten Tasikmalaya ini dimulai dari lingkungan terkecil hingga tingkat desa sebagai bentuk pengejawantahan khoirunnaas anfa'uhum linnaas. Ciptakan kebersamaan dan gotong royong, untuk membangun, memelihara dan memanfaatkan hasil pembangunan seoptimal mungkin," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Bupati Tasikmalaya, Angka Kemiskinan Masih Tinggi

 

Baca : Bupati Tasikmalaya Butuh Kerja Bareng Desa

Pemerintah hari ini kata Ade, terus berupaya melakukan loncatan-loncatan strategis untuk menjawab tantangan yang ada. Salah satu diantara banyak program strategis yakni dengan membagi sistem pembiayaan penyelenggaraan pemerintah.

"Kita memiliki APBN, APBD provinsi dan kabupaten. Kita juga memiliki potensi pembiayaan dan CSR, infaq shadaqoh ASN dan pengelola keuangan swasta, semua akan kita optimalkan untuk dan atas nama pembangunan yang tepat guna," ucapnya.

Termasuk juga pembangunan melalui Dana Desa di desa-desa haruslah berkesesuaian dengan program prioritas pembangunan pemerintah kabupaten. "Ini salah satu solusi dari sekian banyak permaslahan yang ada," kata Ade.

Diakhir acara, bupati menjanjikan menyumbang Rp 50 juta untuk mengawali niat membangun Gedung Dakwah Kecamatan Ciawi.*


Baca : Begini Gebrakan Bupati Ade Nyeleneh Mengasikan


Berita Terkait