Cepat Tanggap Bencana, Dompet Dhuafa Terjunkan Tim DMC

Rabu, 12 Juni 2019 13:23 Dede Hadiyana Nasional

Cepat Tanggap Bencana, Dompet Dhuafa Terjunkan Tim DMC


Koropak.co.id - Musibah banjir yang melanda dua wilayah di Indonesia yakni di Samarinda Kalimantan Timur dan di Konawe Sulawesi Tenggara. Pasalnya, musibah tersebut terjadi saat dimana sebagian masyarakat Indonesia tengah berkumpul bersama saudra di kampung halaman merayakan hari raya Idulfitri 1440 H.

Banjir yang terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur beberapa di wilayah Samarinda dan Konawe. Di Kabupaten Konawe Utara sendiri sekitar 1.000 rumah terendam banjir sejak Sabtu (1/6/2019) hingga Minggu (9/6/2019), yang memaksa ribuan warga harus mengungsi.

Dikonfirmasi Koropak, Rabu (12/6/2019), Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rukyawan MARS mengatakan, Dompet Dhuafa dengan cepat merespons wilayah Indonesia yang terkena bencana banjir. Pihaknya juga sudah menerjunkan tim Disaster Management Center (DMC) untuk membantu masyarakat baik di Samarinda maupun di Konawe.

"Untuk respon pertama sementara ini selain evakuasi korban banjir baik bayi, balita, dana manula dievakuasi menggunakan perahu, kita juga assesment wilayah yang terdampak banjir. Di Samarinda sendiri, Dompet Dhuafa mendirikan dapur umum di Jalan S. Parman Samarinda dan hingga saat ini sudah 500 penerima manfaat yang terbantukan. Selain itu, melalui tim DMC juga mendirikan Pos Sehat hingga distribusi bantuan menuju Konawe dan wilayah lain di Samarinda sebagai respon tanggap bencana," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Cepat Tanggap Bencana, Dompet Dhuafa Terjunkan Tim DMC (3)

 

Baca : Dompet Dhuafa Bantu Korban Banjir Bandang

Sesuai data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara hingga Selasa (11/6/2019), sekitar 4.089 orang warga yang mengungsi dari 6 kecamatan serta ada 58 rumah warga yang hanyut terseret arus banjir.

"Musibah banjir ini juga disebabkan meluapnya air Sungai Lasolo serta rendahnya area pemukiman warga di 6 kecamatan, di antaranya Kecamatan Andowia, Asera, Oheo, Linggikima, Landawe, dan Wiwirano. Diperkirakan, 28 desa terisolasi akibat terputusnya jembatan di sejumlah desa yang menjadi akses warga," katanya.

Situasi di wilayah Samarinda Kalimantan Timur pun tidak jauh berbeda. Akibat meluapnya air dari sungai Mahakam, Pemerintah Kota Samarinda saat ini menetapkan status darurat banjir hingga sepekan kedepan karena tidak kurang dari 10.300 jiwa terdampak musibah banjir yang mencapai ketinggian hingga 2 meter.

"Data sementara banjir di Kota Samarinda telah merendam pemukiman warga, rumah ibadah, dan kantor instansi di beberapa wilayah yakni di wilayah Bengkuriang Kecamatan Samarinda Utara, Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang, serta Temidung Permai. Cuaca mendung disertai hujan gerimis mengakibatkan debit air naik dibeberapa titik seperti di sekitaran Gatot Subroto, Elang, S. Parman, Tantina, Jalan Camarm dan Belatuk," ucapnya.*

 

Baca pula : Dompet Dhuafa Kumpulkan Donasi Untuk Palu