BNPB Kaji Inovasi Kebencanaan di Indonesia

Rabu, 19 Juni 2019 21:53 Dede Hadiyana Nasional

BNPB Kaji Inovasi Kebencanaan di Indonesia

 

Koropak.co.id - Sejak tahun 2014 lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) rutin yang digelar setiap tahun. Berkaitan dengan hal tersebut, di tahun 2019 BNPB menggelar PIT ke-6 yang berlangsung di INA-DRTG BNPB dan Universitas Pertahanan Sentul Bogor Jawa Barat, yang digelar dua hari mulai 18-19 Juni 2019.

Kegiatan kali ini mengusung tema "Inovasi Sosial dan Teknologi Kebencanaan Menuju Revolusi 4.0" yang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari Diskusi Paralel Ilmiah, Talk Show, Seminar Internasional, Pameran Expo Kebencanaan dan Ignite Stage, serta Lomba Tematik Inovasi Kebencanaan.

Dikonfirmasi di akhir kegiatan, Selasa (19/6/2019) Kepala BNPB Doni Monardo menuturkan, kegiatan ini menjadi ajang sinergitas untuk kebutuhan kajian atau penelitian di Indonesia agar dapat menjadi acuan bersama dalam mengembangkan pengetahuan kebencanaan. Nantinya, wawasan tersebut akan menjadi referensi riset yang terintegerasi untuk penanggulangan bencana di Indonesia.

 

Koropak.co.id - BNPB Kaji Inovasi Kebencanaan di Indonesia (1)

 

Baca : Tingkatkan Siaga Bencana Melalui Simulasi

 

"Teknologi Big Data yang merupakan pilar Revolusi 4.0, semakin dibutuhkan dalam penanggulangan bencana. Salah satunya untuk memperkuat mitigasi bencana berdasarkan dampak atau Impact Based Forcasting serta peringatan berdasarkan resiko atau Risk Based Warning," ujarnya.

Ditambahkan Doni, sistem deteksi dini diperlukan untuk mengantisipasi bencana mulai dari bencana banjir, tanah longsor dan tsunami, alat deteksi ketahanan gedung bertingkat dalam menghadapi gempa, serta bencana lainnya.

"Diharapkan, pertemuan ini dapat menjadi sarana untuk berbagi pengamalan dalam pengembangan Ilmu dan Teknologi (IPTEK) melalui pendidikan, riset dasa, serta terapan dari berbagai jenis dan karakteristik bencana di Indonesia," katanya.*

 

Baca : Indonesia Dijadikan Laboratorium Kajian Bencana

 




Berita Terkait