Kades di Kabupaten Tasikmalaya Dijebloskan ke Penjara

Selasa, 25 Juni 2019 20:46 D. Farhan Kamil Daerah

Kades di Kabupaten Tasikmalaya Dijebloskan ke Penjara

 

Koropak.co.id - Seperti ingin mengikuti jejak elit birokrasi Pemkab Tasikmalaya yang kini mendekam di Lapas Kebonwaru Bandung gara-gara tersandung kasus tipikor (tindak pidana korupsi), salah seorang tersangka dugaan kasus tipikor yang ia juga sebagai pejabat publik tingkat desa di Kabupaten Tasikmalaya, kini dijebloskan ke Lapas Tasikmalaya akibat dugaan tindak pidana korupsi bantuan keuangan (bankeu) desa tahun 2017.

"UDA merupakan Kepala Desa Sukahening Periode 2013-2019. Ia adalah salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi di Desa Sukahening yang karena perbuatannya telah merugikan negara ratusan juta rupiah. Hari ini kita kirim UDA ke Lapas Tasikmalaya sebagai tahanan titipan kejaksaan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Sri Tatmala Wahanani, SH, Selasa (25/6/2019).

Dijelaskan Sri, Desa Sukahening merupakan salah satu desa yang mendapat bankeu sebesar Rp 2.140.000.000 dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017 untuk peningkatan sarana dan prasarana desa yang terbagi dalam 23 titik kegiatan.

Dalam pelaksanaan kegiatan itu, UDA tidak mempedomani petunjuk pelaksanaan bankeu infrastruktur perdesaan sarana dan prasarana desa tahun 2017, yang diterbitkan DPMDPAKB Kabupaten Tasikmalaya serta Peraturan Bupati nomor 11 tahun 2015 tentang tatacara pengadaan barang dan jasa.

 

Koropak.co.id - Kades di Kabupaten Tasikmalaya Dijebloskan ke Penjara (2)

 


Baca : Kades Pungli Polisi Beraksi


UDA ini juga telah mengangkat FAG yang notabene bukan warga Kabupaten Tasikmalaya, sebagai anggota pelaksana teknis di tim pengelola kegiatan (TPK) melalui SK Kepala Desa yang dikeluarkan UDA. Padahal dalam aturannya TPK ini harus bagian dari warga desa dimana kegiatan dilaksanakan.

"FAG yang kini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka diberi tugas oleh UDA mengelola kegiatan pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) Lapang Jati Kampung Kujangsari Desa Sukahening," ujar Sri.

Atas perbuatan kedua tersangka tambah Sri, negara telah dirugikan sebesar Rp 878.747.654. Angka kerugian tersebut muncul dari pajak kurang bayar sebesar Rp 116.820.000, potongan bankeu 30 persen atau Rp. 209.500.000 dan pekerjaan fisik TPT yang tidak sesuai standardisasi mutu sebesar Rp 472.472.654.

Lebih lanjut Sri menyebutkan, dari hasil korupsi yang dilakukan UDA ini, diduga mengalir ke salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya melalui tangan FAG.

"Saat ini kita masih melakukan penyidikan terhadap tersangka FAG dan kita dalami sejauh mana keterkaitan antara kedua terangka dengan Anggota DPRD tersebut. Mudah-mudahan pekan depan pendalaman kasus dugaan tipikor ini sudah tuntas," kata Sri.*


Baca : Hal Mendasar Terkait Korupsi

 


Berita Terkait