Diduga Koruptor Akhirnya Dijebloskan Ke Penjara

Kamis, 27 Juni 2019 17:32 D. Farhan Kamil Daerah

Diduga Koruptor Akhirnya Dijebloskan Ke Penjara

 

Koropak.co.id - Tak butuh waktu lama, selang dua hari setelah oknum Kades Sukahening, UDA, dijebloskan ke penjara oleh pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (27/6/2019) FAG warga Sirnagalih Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya yang merupakan anggota Tim Pengelola Kegiatan pelaksanaan proyek pengerjaan Tembok Penahan Tebing (TPT) Lapang Jati Kampung Kujangsari Desa Sukahening, akhirnya diringkus tim penyidik kejaksaan dan dijebloskan ke ruang sempit Lapas kelas II B Tasikmalaya.

Dengan mengenakan baju kemeja warna putih dibalut rompi, FAG digiring petugas penyidik kejaksaan menuju mobil tahanan yang sudah terparkir di depan pintu kantor kejaksaan.

Ia yang tiga kali sempat mangkir dari panggilan pihak kejaksaan, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai tidak kooperatif. Ia pun tak berkutik saat kehadirannya di ruang penyidik setelah panggilan kali ke empat, langsung digelandang ke Lapas menyusul UDA.

 

Koropak.co.id - Diduga Koruptor Akhirnya Dijebloskan Ke Penjara (2)

 

Baca : Kades di Kabupaten Tasikmalaya Dijebloskan ke Penjara

Seperti diberitakan sebelumnya, Desa Sukahening merupakan salah satu desa yang mendapat bankeu sebesar Rp 2.140.000.000 dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017 untuk peningkatan sarana dan prasarana desa yang terbagi dalam 23 titik kegiatan.

Atas perbuatan oknum kades dan FAG ini, negara telah dirugikan sebesar Rp 878.747.654. Angka kerugian tersebut muncul dari pajak kurang bayar sebesar Rp 116.820.000, potongan bankeu 30 persen atau Rp. 209.500.000 dan pekerjaan fisik TPT yang tidak sesuai standarisasi mutu sebesar Rp 472.472.654.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Sri Tatmala Wahanani menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik kejaksaan, 30 persen hasil potongan bankeu yang dilakukan UDA diduga mengalir ke salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya melalui tangan FAG.*


Baca : Kades Terlibat Pungli Diberhentikan?