FAG Bantah Terima Aliran Dana Dari Kades

Kamis, 27 Juni 2019 17:49 D. Farhan Kamil Daerah

FAG Bantah Terima Aliran Dana Dari Kades

 

Koropak.co.id - Setelah ditetapkan sebagai tersangka, FAG yang sempat mangkir tiga kali panggilan pihak kejaksaan, akhirnya digiring ke Lapas Tasikmalaya, sebagai tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (27/6/2019).

Dalam mengungkap kasus dugaan korupsi dari bantuan keuangan (bankeu) yang bersumber dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017 ini, tidak hanya penyidik kejaksaan yang melakukan pemeriksaan 29 saksi dan dua orang pelaku, pihak kejaksaan juga menerjunkan tim ahli teknik pembangunan hingga akhirnya dalam pengerjaan proyek Tembok Penahan Tebing (TPT) Desa Sukahening ini terindikasi ada tindak pidana korupsi yang merugikan negara hingga ratusan juta rupiah.

"FAG telah ditersangkakan setelah tiga kali pemanggilannya sebagai saksi, tidak diindahkan. Hari ini ia datang dan kita periksa, lalu kita kirim ke rumah tahanan sebagai tahanan titipan untuk selama proses penyidikan di kejaksaan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Sri Tatmala Wahanani SH.

 

Koropak.co.id - FAG Bantah Terima Aliran Dana Dari Kades (2)

 

Baca : Diduga Koruptor Akhirnya Dijebloskan Ke Penjara


Menurut Sri, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik kejaksaan dan tim ahli tindak pidana korupsi serta teknik pembangunan, FAG telah menyalahi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam pelaksanaan pembangunan TPT Lapang Jati Desa Sukahening, sehingga ada kekuarangan. Dan menurut perhitungan ahli tersebut telah terjadi kerugian sebesar Rp. 472.427.654.

Ditambahkan, hasil pemeriksaan terhadap FAG, ia mengaku tidak menerima aliran dana dari potongan 30 persen bankeu atau sebesar Rp 209.500.000 yang dilakukan UDA. Sedangkan menurut keterangan UDA, sebagian dana hasil potongan itu mengalir ke salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya melalui tangan FAG.

"FAG membantah pengakuan UDA. Kita akan terus mendalami kemana saja aliran dana hasil korupsi oleh kedua tersangka itu," ujar Sri.*


Baca : Kades di Kabupaten Tasikmalaya Dijebloskan ke Penjara