Kehormatan Bagi Jawa Barat Sebagai Tuan Rumah Pra Muktamar

Jum'at, 05 Juli 2019 17:17 Dedi Sofwan Provinsi

Kehormatan Bagi Jawa Barat Sebagai Tuan Rumah Pra Muktamar

 

Koropak.co.id - Para Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengadakan rapat gabungan antara syuriyah dan tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Di antara pembahasan rapat tersebut adalah Muktamar ke-34 NU yang akan berlangsung tahun 2020.

Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini menuturkan secara khusus, pembahasan muktamar NU akan dibahas terlebih dahulu pada Rapat Pleno 2019.

“Oleh sebab itu, dalam rapat gabungan, PBNU memutuskan waktu dan tempat Rapat Pleno terlebih dahulu,” kata Helmy selepas rapat.

Rapat gabungan tersebut, kata Helmy, memutuskan bahwa Rapat Pleno PBNU akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Jawa Barat, pada 19-22 September 2019.

“Barulah pada Rapat Pleno tersebut akan dibahas segala hal yang terkait muktamar seperti tema, waktu dan tempat. Tidak hanya itu, kita akan membahas hal lainnya juga, baik yang internal maupun eksternal. Misalnya mengevaluasi kinerja lembaga dan badan otonom, juga masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertahanan dan keamanan,” katanya.

 

Koropak.co.id - Ketua HPN Jabar Bangga Pra Muktamar NU Digelar di Purwakarta 3

 

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Barat Drs. H. Asep Syaripudin, M.Si. mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah menunjuk Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta sebagai tempat Sidang Pleno Pra Muktamar yang dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang.

Dikonfirmasi Koropak, Jumat (5/7/2019), Asep menuturkan kepercayaan tersebut harus diterjemahkan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena segenap jajaran PBNU dan lembaga akan hadir dalam Acara Pembukaan Pleno Pra Muktamar.

"Kami, pengurus HPN Jawa Barat siap untuk ikut serta menyukseskan Sidang Pleno Pra Muktamar dengan menggelar Seminar Nasional, Gelar Produk UKM NU dan Gelar Seni Islami," kata Asep.*

 

Baca pula : Tingkat Perekonomian Jawa Barat Belum Optimal