Budaya Membaca Buku Di Masyarakat Sudah Lama Dilupakan

Senin, 08 Juli 2019 23:00 D. Farhan Kamil Daerah

Budaya Membaca Buku Di Masyarakat Sudah Lama Dilupakan

 

Koropak.co.id - Dari 1.000 orang masyarakat Indonesia, satu orang saja yang membaca buku, demikian hasil penelitian yang dirilis UNESCO dan selaras dengan hasil kajian Central Connecticut State University (CCSU) Amerika, World's Most Literate Nations' yang diumumkan pada Maret 2016, bahwa Indonesia berada di peringkat ke 60 tingkat literasi negara dari 61 negara yang disurvei.

"Jika kita tarik data tersebut ke Kabupaten Tasikmalaya, maka kondisinya tidak akan jauh berbeda. Untuk itu, hari ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berupaya bagimana mengembalikan budaya membaca di masyarakat. Budaya yang sudah lama dilupakan," kata Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto, seusai kegiatan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya dan launching Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) di Pendopo Baru, Senin (8/7/2019).

 

koropak.co.id - Budaya Membaca Buku Di Masyarakat Sudah Lama Dilupakan (2)

 

Baca : Hari Keluarga Nasional Bupati Tasikmalaya Serukan Gerakan 1821


Maka dengan kehadiran bunda literasi ini terang Ade, paling tidak ada orang atau kelompok maupun aktivis literasi yang saling berkoordinasi dan berkolaborasi menumbuhkembangkan kembali minat baca di masyarakat khususnya dalam keluarga.

"Miris, kita menyaksikan banyak buku yang sengaja disiapkan di perpustakaan keliling dan kondisinya masih utuh akibat tak tersentuh. Maka hari ini kita ciptakan terobosan bagaimana agar perpustakaan itu bukan sekedar sarang banyak buku, atau tempat orang datang dan membaca. Tetapi lebih dari itu, yakni pengaktualisasian apa yang didapatkan dari buku dalam kehidupan sehari hari," ujarnya.

 

koropak.co.id - Budaya Membaca Buku Di Masyarakat Sudah Lama Dilupakan


Baca : Bupati Tasikmalaya Dukung Penuh Pelaksanaan MTQ


Sementara itu Plt Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Tasikmalaya Rahayu Jamiat mengatakan, untuk memantik minat baca bagi masyarakat luas, pihaknya akan menempatkan Kolecer tersebut di areal depan Masjid Baiturrahman Kabupaten Tasikmalaya.

"Kolecer ini baru ada satu. Untuk memasifkan upaya meningkatkan minat baca di masyarakat lebih luas, maka kita bantu dengan kehadiran aktivis literasi serta dua perpustakaan keliling yang selama ini beredar di wilayah Kabupaten Tasikmalaya untuk melayani warga di desa-desa maupun sekolah sesuai permintaan," ucapnya.*


Baca : Bupati Tasikmalaya Kenang Spirit Perjuangan Bung Karno