Bupati Garut, Harga Mati! Kawasan Ahmad Yani Zona Merah PKL

Rabu, 10 Juli 2019 17:11 Dedi Sofwan Daerah

Bupati Garut, Harga Mati! Kawasan Ahmad Yani Zona Merah PKL


Koropak.co.id - Maksud ingin mempertanyakan nasib mereka, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kesehariannya berdagang di Jalan Ahmad Yani, Garut, mendatangi Bupati Garut, Rudy Gunawan di kediaman Bupati Garut, Pamengkang Garut, Jawa Barat, Rabu (10/7/2019).

Ketua Pengurus Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG), Tatang bersama anggota lainnya mempertanyakan ihwal pembersihan PKL yang berada di Kawasan Ahmad Yani.

“Kami ingin mempertanyakan dan mencari solusi terbaik guna keberlangsungan para pedagang. Kalaupun dipaksakan kami harus pindah ke gedung, baik gedung PKL 1 maupun 2, tidak akan jadi solusi malahan bisa memperburuk ekonomi para pedagang. Jadi kami ingin ada solusi terbaik. Makanya hari ini kami mendatangi kediaman Pak Bupati,” ucap Tatang.

Menurut Tatang, para pedagang bukannya tidak mau masuk gedung PKL, namun setelah dirasakan selama 8 bulan berjualan, bukannya ada kemajuan ataupun untung, malah banyak rekan pedagang yang gulung tikar.

"Saat ini, gedung PKL 1 dan 2 jauh dari layak. Kita bisa lihat tempat yang kurang representatif tidak ada listrik dan air dan kalau kita lihat ini bisa ditinjau kembali kelayakannya," katanya.

Tatang juga menegaskan jika tuntutan pedagang tidak ditanggapi Bupati Garut, maka para pedagang akan mendatangi Gedung DPRD untuk melakukan audiensi.

 

Koropak.co.id - Bupati Garut  Harga Mati! Kawasan Ahmad Yani Zona Merah PKL

 

Baca : Ditentang Penertiban PKL Garut Berjalan Lancar

Sementara itu Bupati Garut mengatakan bahwa sepanjang Jalan Ahmad Yani yang termasuk Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) merupakan zona merah bagi PKL.

"Tidak boleh ada PKL di kawasan zona merah dan itu sudah harga mati," ujarnya.

Dikatakan Rudy, selama 3 tahun pihaknya telah memberikan kesempatan kepada PKL untuk berjualan di kawasan KTL.

"Tetapi kesan yang ditimbulkan, kawasan KTL menjadi semrawut bahkan terkesan kumuh dan masyarakat Garut marah seolah olah pemerintah tidak berdaya," ujarnya.*

 

Baca : Masyarakat Bakal Memetik Untung Dari Kerapihan

 


Berita Terkait