Angka Pengangguran di Garut Masih Sangat Tinggi

Rabu, 10 Juli 2019 19:05 Dedi Sofwan Daerah

Angka Pengangguran di Garut Masih Sangat Tinggi

 

Koropak.co.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut akan menggaet Kementerian Perindustrian untuk segera mengadakan pelatihan yang akan dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Garut.

"Kegiatan tersebut bertujuan untuk menekan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Garut serta sebagai upaya meningkatkan kompetensi masyarakat Garut yang dibutuhkan dalam dunia kerja," ucap H. Tedi, Kepala Disnakertrans Garut saat ditemui Koropak di Disnakertrans Garut, Jalan Patriot Nomor 14, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (10/7/2019).

Ditambahkan Tedi, saat ini BLK memiliki 7 kejuruan, di antaranya otomotif, bengkel, las, pertanian, garmen, komputer dan yang lainnya. Bagi masyarakat yang berminat silahkan mendaftar ke BLK, tidak dipungut biaya, dan tanpa batasan umur.

 

Koropak.co.id -Angka Pengangguran di Garut Masih Sangat Tinggi (3)

 

"Dengan diberikan pembekalan keahlian di BLK, diharapkan bisa menciptakan peluang usaha secara mandiri atau menjadi tenaga ahli yang bisa bekerja di perusahaan sesuai keahliannya," ucap Tedi.

Sementara itu, kata Tedi, berdasarkan data dari Badan Statistik pada akhir 2017 angka pengangguran di Garut mencapai 65 ribu, sedangkan pada tahun 2018 angka pengangguran meningkat menjadi 77 ribu.

"Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Garut terlihat dari banyaknya pembuat surat pencari kerja, atau kartu kuning di Disnakertrans. Dalam sehari kami rata-rata bisa membuat 200 kartu kuning," ucapnya.

 

Koropak.co.id -Angka Pengangguran di Garut Masih Sangat Tinggi

 

Baca : Bursa Tenaga Kerja Demi Tekan Angka Pengangguran

Dalam upaya menekan angka pengangguran tersebut, kata Tedi, selain mendidik keahlian BLK, Disnakertrans juga berupaya menempatkan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang ada, serta perluasan lapangan kerja.

"Tahun 2017 kita sudah melakukan penempatan dan perluasan itu sebanyak tujuh ribu tenaga kerja. Sedangkan pada tahun 2018 sekitar 12 ribu. Meski sudah ada beberapa perusahaan asing, seperti pabrik sepatu, yang berdiri di Kabupaten Garut, namun tetap tidak bisa menekan angka pengangguran yang begitu banyak," ujarnya.

Ditambahkan Tedi, pabrik pabrik besar yang belum lama berdiri seperti PT. Changsin dan PT. Hoga belum maksimal menampung tenaga kerja. PT. Changsin misalnya, baru menampung sekitar 8 ribuan pekerja, sedangkan PT. Hoga baru menyerap 100 karyawan saja.

"PT. Hoga itu baru merekrut 100 karyawan, karena mereka katanya belum punya order. Untuk PT. Changsin, pada bulan Juli 2019 ini akan merekrut lagi 350 karyawan dan mereka sudah minta ke Disnakertrans,” kata Tedi.*

 

Baca : Stand Disnakertrans Garut Paling Banyak Dikunjungi

 


Berita Terkait