Kenalkan Destinasi Wisata di Kabupaten Tasikmalaya ke Dunia

Sabtu, 13 Juli 2019 10:38 Dede Hadiyana Daerah

Kenalkan Destinasi Wisata di Kabupaten Tasikmalaya ke Dunia

 


Koropak.co.id - Memory of Galunggung menjadi salah satu ajang strategis bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya untuk lebih memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Tasikmalaya terutama objek wisata Galunggung kepada dunia.

Hal itu disampaikan Plt. Kasubag Program Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya Nono Kurniawan saat dijumpai Koropak di sela-sela kegiatan Memory of Galunggung yang berlangsung di Kawasan Geopark Galunggung, yang berlokasi di Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Jumat (12/7/2019).

"Kenapa kita mulai dari Galunggung? Karena eksotisme Galunggung itu mudah untuk dijual. Ketika kita berbicara Tasikmalaya, belum tentu orang lain tau, tapi jika menyebutkan Galunggung pasti mereka tau karena saat meletus tahun 1982, Galunggung dikenal dunia seiring dengan luapan abu vulkaniknya yang sampai ke benua Australia," ujarnya.

 

 Koropak.co.id - Kenalkan Destinasi Wisata di Kabupaten Tasikmalaya ke Dunia (2)

 

 

Baca : Memory of Galunggung, Memorabilia Ganasnya Letusan Galunggung


Ini merupakan titik tolak untuk lebih memperkenalkan dan mempromosikan lagi destinasi wisata yang ada di Kabupaten Tasikmalaya karena memang Tasikmalaya sendiri sangat kaya dan banyak potensi wisata yang ada. Pihaknya juga berencana akan menata kembali Objek Wisata Cipanas Galunggung agar lebih baik lagi.

Acara Memory of Galunggung ini, kata Nono, merupakan rangkaian kegiatan dari Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-387 dan pada Sabtu (13/7/2019) dicanangkan kegiatan Istigosah Akbar yang digelar mulai dari memperingati hari jadi Kabupaten Tasikmalaya.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat khususnya masyarakat Desa Linggajati yang sangat mensupport kegiatan ini sehingga menjadikan acara ini sangat luar biasa," katanya.

 

Koropak.co.id - Kenalkan Destinasi Wisata di Kabupaten Tasikmalaya ke Dunia

 

 

Baca : Ngaguar Budaya Tasikmalaya di Memory of Galunggung

 

Diharapkan, kegiatan MoG ini bisa menjadi kalender even nasional agar setiap tahunnya bisa diselenggarakan dan dibiayai oleh Kementerian Pariwisata karena untuk saat ini masih menggunakan Anggaran Pengeluaran Biaya Daerah (APBD).

"Anggaran MoG tahun ini menyerap biaya sekitar Rp 300 juta rupiah. Namun, terlepas dari itu, kita lebih mengutamakan upaya untuk mengangkat budaya-budaya yang sudah hampir punah. Jadi, kita mengubah sistem, yakni barter di mana masyarakat yang menyelenggarakan seluruh rangkaian acara ini dan kita membayar mereka dengan kebutuhan apa yang mereka perlukan," ucapnya.*

 

Baca : Memory of Galunggung, Merawat Dengan Momentum Kebudayaan

 


Berita Terkait