Tersangka Korupsi Jalan Cisinga Tasikmalaya Akhirnya Ditahan

Selasa, 16 Juli 2019 22:20 D. Farhan Kamil Daerah

Tersangka Korupsi Jalan Cisinga Tasikmalaya Akhirnya Ditahan

 

Koropak.co.id - Setelah melewati proses panjang yang dimulai dengan penggeledahan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya pada akhir tahun 2018 lalu, disusul kemudian ditetapkannya tiga ASN di lingkungan Pemkab Tasikmalaya sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar pada awal tahun 2019, hari ini Selasa (16/7/2019) mantan Kepala Dinas PUPR, ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke sel tahanan beserta para tersangka lainya.

Penahanan para tersangka kasus proyek pembangunan jembatan dan jalan Cisinga (Ciawi-Singaparna) yang dilakukan Penyidik Kejati Jabar ini, setelah mereka menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga sore hari jam 16.50 WIB.

Dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan mendapat pengawalan dari petugas, para tersangka digiring ke luar dari ruang pemeriksaan Kejati sekitar jam 17.00 WIB.

 

Koropak.co.id - Tersangka Korupsi Jalan Cisinga Tasikmalaya Akhirnya Ditahan (2)

 

Baca : Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya Digeledah Tim Penyidik Kejati


Para tersangka masing-masing berinisial BA selaku Pengguna Anggaran (PA) sekaligus Kepala Dinas PUPR Kab. Tasikmalaya tahun 2017, RR selaku PPK, MM selaku Tim Teknis dan PPHP, serta satu orang dari pihak swasta yaitu DS alias Dede Deudeul.

Tiga orang tersangka yakni BA, MM dan DS dibawa ke Rutan Klas I Bandung (Kebonwaru). Sementara RR dibawa ke Lapas Wanita Sukamiskin.

Sedangkan Seorang tersangka lainnya, IP tidak ditahan dengan alasan sakit dan harus menjalani cuci darah seminggu dua kali.

"Mereka sementara kita tahan guna penyidikan lebih lanjut," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar, Anwarudin.

 

Koropak.co.id - Tersangka Korupsi Jalan Cisinga Tasikmalaya Akhirnya Ditahan

Baca : Bupati Takin 3 ASN Tersangka Korupsi Akan Kooperatif


Menurutnya, awal terungkapnya kasus pembangunan jembatan dan jalan Cisinga yang menggunakan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2017 sebesar Rp 25,2 miliar itu, karena ada laporan masyarakat pada pertengahan tahun 2018. Proyek pekerjaan jembatan tersebut dilaksanakan oleh DS dan IP dengan meminjam perusahaan PT. Purna Graha Abadi milik Endang Rukanda.

Dalam pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut, terjadi tiga kali addendum dengan tujuan untuk mengubah spesifikasi teknis yang sengaja tidak dibuat dengan benar oleh tersangka RR dan MM atas persetujuan dari BA. Dan akibat perbuatan mereka, muncul dugaan kerugian negara milyaran rupiah.

"Hasil Observasi dan Analisa/Uji Forensik ahli, muncul selisih harga sekitar Rp 4 miliar dan dianggap sebagai kerugian negara," ujarnya.*


Baca : Usut Tuntas Kasus Proyek Cisinga


Berita Terkait