Gunakan Pupuk Organik, Poktan Giri Tani Garut Raih Penghargaan Gubernur Jabar

Kamis, 18 Juli 2019 14:53 Dedi Sofwan Daerah

Gunakan Pupuk Organik, Poktan Giri Tani Garut Raih Penghargaan Gubernur Jabar

 

Koropak.co.id - Mengusung Desa Organik Teh, Kelompok Tani (Poktan) Giritani Desa Sukawangi Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut, menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sebagai kelompok tani berprestasi tahun 2019.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Poktan Giritani, Dudung saat peringatan Hari Krida Ke-47 tingkat Jawa Barat yang berlangsung di Lapangan Dadaha, Cihideung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, yang berakhir pada Kamis (18/7/2019).

Dikonfirmasi Koropak, Dudung mengatakan dengan raihan penghargaan tersebut, diharapkan bisa menjadi kebanggaan bagi seluruh anggota Poktan dan masyarakat Desa Sukawangi.

"Tentu prestasi ini akan menjadi pemicu semangat kami untuk bekerja lebih baik lagi ke depan," ucapnya.

 

 

Koropak.co.id - Gunakan Pupuk Organik, Poktan Giritani Garut Raih Penghargaan Gubernur Jabar (1)

 

 

Baca : Wakil Gubernur Jawa Barat Dorong Lahirnya Petani Milenial

 

Dikatakan Dudung, sejak tahun 2008, Poktan Giritani dalam mengelola teh sudah mengunakan pupuk organik atau pupuk kandang.

"Awalnya kami ragu dalam mengelola teh dengan menggunakan pupuk organik karena produksi yang dihasilkan lebih besar mengunakan pupuk kimia dibandingkan menggunakan pupuk organik. Apalagi luas lahan yang ditanami teh sebesar 25 hektare," ucapnya.

Dijelaskan Dudung, setelah melihat pangsa pasar ternyata lebih banyak memilih teh yang mengunakan pupuk organik maka Poktan Giritani memberanikan diri untuk merubah penggunaan pupuk.

 

Koropak.co.id - Gunakan Pupuk Organik, Poktan Giritani Garut Raih Penghargaan Gubernur Jabar (2)

 

Baca pula : Potensi Pertanian di Kota Tasikmalaya Mencapai 65 Persen

 

Dikatakan Dudung, pupuk organik memiliki banyak manfaat. Salah satunya meringankan biaya perawatan teh, dengan teh yang dihasilkan lebih wangi.

"Harga teh yang menggunakan pupuk kimia hanya Rp 2.500 per kilo, tetapi kalau menggunakan pupuk organik bisa mencapai Rp 4.000 per kilo," lanjutnya.

Diakui Dudung kendala yang dihadapi saat ini, yakni dalam memasarkan hasil produksi.

"Diharapkan pemerintah bisa membantu dalam hal pemasaran hasil produksi karena saat ini kami hanya memasarkan teh dii wilayah sekitar perkebunan," ucapnya.*

 

Lihat : Kesejahteraan Petani Dorong DPRD Terbitkan Raperda

 


Berita Terkait