Selalu Mangkir, Ancaman Sanksi Kepada Manajemen Gojek Kota Tasikmalaya

Sabtu, 20 Juli 2019 11:26 Erni Nur'aeni Parlemen

Selalu Mangkir, Ancaman Sanksi Kepada Manajemen Gojek Kota Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Lebih dari 100 orang Gojek driver melaksanakan audiensi ke DPRD Kota Tasikmalaya, yang beralamat di Jalan RE Martadinata, Indihiang Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (19/7/2019). Para driver menginginkan DPRD dapat mengkonfrontasi pihak PT Gojek Indonesia Cabang Kota Tasikmalaya untuk mengubah manajemennya sehingga lebih transparan.

Dalam audiensi tersebut pihak PT Gojek Indonesia Cabang Kota Tasikmalaya tidak hadir sampai diskusi tersebut selesai, meskipun dewan serta dinas-dinas terkait sudah melaksanakan panggilan secara berkala.

"Kami sudah melakukan beberapa panggilan dan surat kepada pihak Gojek namun mereka tidak meresponnya, sehingga langkah kami sekarang menampung keluhan para driver terlebih dahulu, serta memberikan arahan dahulu sampai pihak Gojek hadir di jadwal pertemuan berikutnya," ujar Ketua Komisi III Heri Ahmadi kepada Koropak selepas audiensi.

Dewan, kata Heri, juga akan mengkonfirmasi ulang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya agar dapat menyampaikan panggilan kepada manajemen Gojek, sebab jika mereka tidak hadir masalah tersebut akan terus berkelanjutan.

"Kita sudah menyampaikan surat dan melakukan panggilan terhadap mereka namun katanya ada sesuatu sehingga menyebabkan mereka tidak dapat hadir, dan Insyaallah Senin (22/7/2019) kami akan melayangkan surat melalui Diskominfo," katanya.

 

Koropak.co.id - Selalu Mangkir, Dewan Akan Jatuhkan Sanksi Untuk Manajemen Gojek 2

 

Baca : Masa Bakti Segera Berakhir, Dewan Semangat Bahas KUA PPAS 2020

Sementara itu, dalam audiensi tersebut diketahui pihak driver menginginkan PT Gojek Indonesia mengubah sisi manajemen serta menghentikan pemutusan kerja secara sepihak, serta memberikan sebuah sanksi jika tidak memenuhi panggilan untuk audiensi berupa penyegelan sementara. Namun ukuran sanksi tersebut berkaitan dengan izin perusahaan.

"Kita lihat dulu izinnya kalau misal ada, maka kita tidak dapat melakukan sanksi, karena sanksi itu bersangkutan dengan izin," ujar Heri.

Ditambahkan Heri, dewan hanya sebagai penampung aspirasi masyarakat, termasuk para Gojek driver. Harapannya, ke depan adanya regulasi yang melindungi semua driver online .

"Bagaimana pun mereka adalah warga Kota Tasikmalaya sehingga berharap mereka dilindungi dari sisi jadwal kerja, jaminan kesehatan, dan regulasi perihal pendapatannya," kata Heri.*

 

Baca : Banyak Hak Tidak Dipenuhi, Gojek Driver Tasikmalaya Tuntut Manajemen

Lihat : Laporan Keuangan Pemkot Tasikmalaya Dikaji Dewan