Riwayat Tasikmalaya, Wirawangsa Sang Peraih Kemerdekaan Sukapura

Sabtu, 20 Juli 2019 20:39 Clara Aditia Daerah

Riwayat Tasikmalaya, Wirawangsa Sang Peraih Kemerdekaan Sukapura

 

Koropak.co.id - Momentum Hari Jadi ke-387 Kabupaten Tasikmalaya, yang dirayakan dalam serangkaian agenda mulai 19-28 Juli 2019, menjadi momentum bersejarah, mengingat tema di perayaan hari jadi kali ini mengangkat histori tentang Tasikmalaya sejak era bupati pertama, Wirawangsa yang mendapat gelar Wiradadaha I.

Hal itu disampaikan Sejarahwan dari Sukapura Institute, Muhajir Salam saat dijumpai Koropak di area Tasik Motekar 2019 ; Festival & Exhibition yang digelar di Area Gedung Bupati Tasikmalaya, Jalan Bojongkoneng Nomor 254, Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (20/7/2019).

Tema "Mulasara Babad Wirawangsa", kata Muhajir, menjadi gambaran upaya untuk menjaga spirit bagaimana Tasikmalaya berdiri. Sosok Wirawangsa yang memiliki keberanian dalam mengambil tindakan demi kelangsungan kehidupan masyarakat, menjadikannya sebagai tokoh yang sukses mengantarkan Tasikmalaya yang kala itu bernama Sukapura, bisa meraih kemerdekaan dari penjajahan Mataram.

"Sejarah selalu aktual. Sisi historis dari sejarah Tasikmalaya ini sangat penting untuk diberitahukan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, historis ini kami hadirkan di ajang Tasik Motekar 2019 melalui visualisasi dalam sebuah ruang diorama sejarah," katanya.

 

Koropak.co.id - Riwayat Tasikmalaya, Wirawangsa Sang Peraih Kemerdekaan Sukapura (2)

 

Baca : Tasik Motekar 2019 Mengusung Kembali Identitas Budaya Masa Sukapura

Dari gate masuk, kata Muhajir, pengunjung mulai diedukasi tentang sejarah Tasikmalaya melalui sederet foto bupati, yang dimulai foto Bupati Raden Tumenggung Wiratanubaya (1835-1850).

"Kalau bupati pertama kan memang zaman itu belum ada foto. Nah, yang kita visualisasikan di sini sejak Bupati Raden Tumenggung Wiratanubaya di tahun 1985. Dalam pencarian foto Bupati Wiratanubaya pun kita memerlukan waktu hingga 8 tahun lamanya," ujarnya.

Untuk konsep gate nya sendiri, kata Muhajir, mengedepankan sisi artistik, yang dikerjakan tangan terampil, serta mengandung nilai filosofi yang tinggi. Gate ini didesain dengan tema pewayangan.

"Ini merupakan ekspresi kehidupan bermasyarakat dan bernegara, bahwa hidup ini ibarat sebuah pewayangan. Melalui gate ini. kami juga ingin menyampaikan pesan bahwa Tasikmalaya sarat akan nilai tradisi dan budaya yang sangat luhur.*

 

Baca : Prasasti Bersejarah Geger Hanjuang Hadir di Tasik Motekar 2019