Korupsi Cisinga Tasikmalaya, Kejati Jabar Segera Limpahkan Berkas

Kamis, 01 Agustus 2019 23:53 D. Farhan Kamil Provinsi

Korupsi Cisinga Tasikmalaya, Kejati Jabar Segera Limpahkan Berkas


Koropak.co.id - Menyusul penahanan lima orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi mega proyek Jalan dan Jembatan Cisinga (Ciawi-Singaparna) salah satunya mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya, jaksa penyidik Kejati Jawa Barat terus tancap gas melakukan pemberkasan. Sejumlah saksi termasuk pemilik perusahaan yang dipinjam oleh DS dan IP yakni Endang Rukanda alias Endang Kodok, turut diperiksa penyidik.

“Di tingkat pemeriksaan, semua tersangka sudah kita periksa termasuk para saksi. Saat ini jaksa penyidik sedang menyusun pemberkasan untuk kemudian akan dilimpah ke jaksa penuntut umum (JPU) apabila pemberkasan selesai," kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Jawa Barat, Abdul Muis, Kamis (1/8/2019).

Setelah berkas perkara berada di JPU, kata Abdul, kemudian akan disiapkan dakwaan dan selanjutnya dilimpah ke Pengadilan Tipikor Bandung.

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (16/7/2019) mantan Kepala Dinas PUPR, ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke sel tahanan beserta para tersangka lainya oleh pihak Kejati Jabar.

Penahanan para tersangka kasus proyek pembangunan jembatan dan jalan Cisinga (Ciawi-Singaparna) yang dilakukan Penyidik Kejati Jabar itu, setelah para tersangka menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga sore pukul 16.50 WIB.

 

Koropak.co.id - Soal Cisinga Tasikmalaya, Penyidik Kejati Jabar Periksa Saksi Lain (1)

 

Baca : Mantan Kadis PUPR Diperiksa Kejati Jabar

Para tersangka masing-masing berinisial BA selaku Pengguna Anggaran (PA) sekaligus Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017, RR selaku PPK, MM selaku Tim Teknis dan PPHP, serta satu orang dari pihak swasta yaitu DS alias Dede Deudeul.

Tiga orang tersangka yakni BA, MM dan DS dibawa ke Rutan Klas I Bandung (Kebonwaru). Sementara RR dibawa ke Lapas Wanita Sukamiskin.

Sedangkan Seorang tersangka lainnya, IP tidak ditahan dengan alasan sakit dan harus menjalani cuci darah seminggu dua kali.

"Mereka sementara kita tahan guna penyidikan lebih lanjut," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar, Anwarudin.

 

Koropak.co.id - Soal Cisinga Tasikmalaya, Penyidik Kejati Jabar Periksa Saksi Lain (2)

 

Baca : Tersangka Korupsi Jalan Cisinga Tasikmalaya Akhirnya Ditahan

Menurutnya, awal terungkapnya kasus pembangunan jembatan dan jalan Cisinga yang menggunakan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2017 sebesar Rp 25,2 miliar itu, karena ada laporan masayarakat pada pertengahan tahun 2018. Proyek pekerjaan jembatan tersebut dilaksanakan oleh DS dan IP dengan meminjam perusahaan PT. Purna Graha Abadi milik Endang Rukanda.

Dalam pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut, terjadi tiga kali addendum dengan tujuan untuk mengubah spesifikasi teknis yang sengaja tidak dibuat dengan benar oleh tersangka RR dan MM atas persetujuan dari BA. Dan akibat perbuatan mereka, muncul dugaan kerugian negara milyaran rupiah.

"Hasil observasi dan analisa atau uji forensik ahli, muncul selisih harga sekitar Rp 4 miliar dan dianggap sebagai kerugian negara," ujarnya.*

 

Baca pula : Usut Tuntas Kasus Proyek Cisinga

 


Berita Terkait