Keris, Lambang Perjuangan Para Pahlawan dan Kesatria di Nusantara

Selasa, 06 Agustus 2019 19:32 Clara Aditia Nasional

Keris, Lambang Perjuangan Para Pahlawan dan Kesatria di Nusantara

 

 

Koropak.co.id - Pimpinan Ponpes Ki Ageng Sendang, Semarang, KH. R. Abah Sulthon Basyaiban menuturkan bahwa keris merupakan benda pusaka yang menjadi ikon budaya bangsa.  Hal itu disampaikan Abah Sulthon saat berbincang dengan Koropak pasca Pameran Keris dan Pagelaran Wayang Kulit 7 Dalang yang dihelat di Kediaman KPAA Suro Agul Agul H. Begug Poernomo Sidi, Jalan A. Yani Nomor 41, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, Senin (5/8/2019).

"Pecahnya rekor dunia atas keris terbanyak dalam Pameran Keris tersebut, menjadi simbol bahwa budaya adalah salah satu media pemersatu bangsa, dan keris adalah salah satu perwujudan media tersebut," tuturnya.

Melestarikan keris, kata Abah Sulthon, menjadi upaya untuk menjaga budaya, sebab seperti diketahui bahwa budaya adalah salah satu kekuatan untuk merajut tali persatuan bangsa. Begitupun dalam agama, yang mengajarkan umat untuk menjaga tali persaudaraan dan silaturahmi.

"Begitupun agama mengajarkan tentang pentingnya tali silaturahmi, menjaga kesatuan dan persatuan. Semuanya berkorelasi. Termasuk berkaitan dengan sisi ketuhanan, ideologi Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

 

Koropak.co.id - Keris, Lambang Perjuangan Para Pahlawan dan Kesatria di Nusantara (2)

 

Baca : Pameran Keris Wonogiri Jadi Wadah Silaturahmi Raja Raja Nusantara

 

Keris, kata Abah Sulthon, adalah salah satu media untuk mempersatukan budaya bangsa. Keris juga seyogianya menjadi cerminan simbol perjuangan meraih kemerdekaan bangsa, yang ditunjukkan Pangeran Diponegoro.

"Dengan gagahnya Pangeran Diponegoro menunggangi kuda, mengacungkan keris untuk kemerdekaan bangsa, dan itu dikenang sampai sekarang. Keris merupakan simbol perjuangan para pahlawan dan raja di Nusantara ini," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Keris, Lambang Perjuangan Para Pahlawan dan Kesatria di Nusantara (3)

 

 

Baca : Menangkal Berbagai Klaim Warisan Budaya Indonesia Oleh Pihak Asing

 

Namun, kata Abah Sulthon, keris hanyalah simbol, hanyalah sarana aset budaya yang harus dijaga. Sebab sumber kekuatan hanyalah milik Allah SWT. Seperti halnya pada peristiwa Nabi Musa AS. Atas izin dan kuasa Allah SWT, tongkat Nabi Musa AS diberi mukjizat sehingga dapat membelah lautan dan menyelamatkan umatnya dari kejaran Firaun.

"Begitupun keris. Benda pusaka tersebut hanyalah sarana mempersatukan budaya bangsa. Keris merupakan pusaka adiluhung dan kekuatan budaya bangsa. Pentingnya budaya untuk dijaga, turut diilhami dari masa perjuangan para kafilah Arab dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Mereka datang ke Jawa dan mengajarkan Islam tanpa merubah budaya yang ada, sehingga dapat berjalan seiring seirama," tuturnya.*

 


Berita Terkait