PGRI Garut Keberatan Pemotongan Zakat ASN Tanpa Pemberitahuan Dahulu

Selasa, 06 Agustus 2019 20:41 Dedi Sofwan Daerah

PGRI Garut Keberatan Pemotongan Zakat ASN Tanpa Pemberitahuan Dahulu

 

Koropak.co.id - Bertempat di Ruang Rapat Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut, Jalan Pramuka, Garut Jawa Barat, Senin (5/8/2019) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut menggelar audiensi terkait mekanisme pemotongan zakat profesi yang dialami oleh para kepala sekolah dan pengawas.

Dikonfirmasi Koropak, Selasa (6/8/2019), Ketua PGRI Kabupaten Garut, H. Mahdar Suhendar, mengatakan kedatangannya ke BAZNAS untuk menanyakan mekanisme pemotongan zakat profesi yang dilakukan dengan menggunakan Payroll System.

Dikatakan Mahdar, sistem tersebut melakukan pemotongan langsung dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 2,5 persen dari nilai gaji yang diterima ASN, terutama pemotongan zakat profesi para kepala sekolah dan pengawas tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

"Seharusnya, pihak Disdik Kabupaten Garut memberitahukan terlebih dahulu, jangan langsung potong. Kenyataannya gaji bulan Agustus 2019 para kepala sekolah dan pengawas langsung dipotong," ucapnya.

 

Koropak.co.id - PGRI Garut Keberatan Pemotongan Zakat ASN Tanpa Pemberitahuan Dahulu (2)

 

Baca : Wagub Jabar Menilai Garut Jadi Pilot Project Pengelolaan Zakat

Menurut Mahdar, tidak semua gaji ASN terutama para pendidik utuh setiap bulannya.  "Bagaimana kalau gaji para pendidik tersebut minus? Makanya kita beraudensi ke BAZNAS untuk mencari tahu mekanisme tepatnya seperti apa," ujarnya.

Ditegaskan Mahdar, PGRI Kabupaten Garut sangat mendukung apa yang dilakukan Pemkab Garut untuk melakukan pemotongan zakat profesi. Hanya, PGRI menyarankan mekanismenya harus sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Jangan dipukul rata, tidak semua para pendidik menerima gaji secara utuh setiap bulannya," tuturnya.*

 

Baca pula : Baznas Jabar Berdayakan Ekonomi Dengan Balai Ternak