Soal Wacana Impor Pejabat Rektor, Universitas Galuh Tak Gentar

Selasa, 06 Agustus 2019 21:11 Ahmad Mukhlis Nasional

Soal Wacana Impor Pejabat Rektor, Universitas Galuh Tak Gentar

 

Koropak.co.id - Rektor Universitas Galuh Ciamis, DR H Yat Rospia Brata mengaku tidak gentar dengan wacana impor pejabat rektor. Bahkan termasuk impor dosen pun sudah biasa di perguruan tinggi. Malah Universitas Galuh sudah lima tahun berjalan kerjasama studi ilmiah dengan sebuah universitas di Thailand.

"Kami sudah lima tahun go internasional, jadi Universitas Galuh tidak perlu diajari lagi masalah kerjasama tenaga ahli dengan luar negeri. Hanya kalau masalah rektor di universitas swasta tergantung yayasan pengelola, entah mau rektor impor atau putra daerah," ujar Rektor Yat Rospia Brata, didampingi Wakil Rektor III, DR Ida Farida, MH, kepada Koropak Selasa (6/8/2019).

Yat mengatakan, belum lama ini pihaknya mengirim dosen dan mahasiswa ke Thailand untuk kerjasama penelitian dan bimbingan mahasiswa. Ada mahasiswa Thailand yang dibimbing dosen Universitas Galuh dan sebaliknya ada mahasiswa Galuh dibimbing dosen Thailand.

"Jadi pada dasarnya kami sudah tidak asing, apapun alasannya kerjasama dengan luar negeri sudah tak bisa dihindari. Ilmu semakin berkembang dan maju, kalau pemerintah sanggup impor rektor luar negeri untuk perguruan tinggi negeri, mungkin akan mempercepat transfer manajemen perguruan tinggi," ujar Yat.

 

Koropak.co.id -  Soal Wacana Impor Pejabat Rektor, Universitas Galuh Tak Gentar (3)

 

Baca : HIPKI Dukung Wacana Pemerintah Impor Rektor Luar Negeri, Apa Alasannya?

Wakil Rektor III, Universitas Galuh, DR Ida Farida, MH, menambahkan, Universitas Galuh kini sudah menjadi universitas bertaraf internasional. Belum lama ini Universitas Galuh menjalin kerjasama dengan universitas di Malaysia dan Thailand untuk pertukaran mahasiswa dan dosen.

"Beberapa dosen sudah dikirimkan ke Malaysia dan Thailand untuk saling bertukar pengalaman dan pengembangan keilmuan. Bukan hanya dosen, tapi juga mahasiswa ada kesempatan belajar selama satu semester di Thailand dan Malaysia, " ujar Ida yang bulan kemarin seminar di Thailand.

Menurut Ida, kelak bukan tak mungkin ada kerjasama antar rektor dalam pengelolaan perguruan tinggi. Bahkan bisa saja tukar kepemimpinan rektor asing, semua tergantung kemampuan pembiayaan bagi perguruan tinggi swasta.

"Kami sudah kerjasama dengan universitas luar negeri, ini membuktikan Universitas Galuh setidaknya sudah setaraf dengan kualitas luar negeri. Ini peluang bagus bagi masyarakat daerah untuk mengembangkan kualitas SDM ke depan, " ujar Ida.*

 

Baca pula : Pertama di Dunia, Universitas Galuh Buka Mata Kuliah Sejarah Lokal

 


Berita Terkait